Kiai Ma'ruf Amin. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Kiai Ma'ruf Amin. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Rakernas IV MUI Perteguh Penguatan Ukhuwah

Nasional mui
23 November 2018 16:24
Raja Ampat: Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkomitmen menguatkan prinsip ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam) dan persaudaraan sesama bangsa (ukhuwah wathaniyah) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV MUI di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis, 22 November 2018.
 
Kiai Ma’ruf mengingatkan, jangan sampai Pemilu 2019 dijadikan ajang bermusuhan dan menghalalkan semua cara. Perbedaan pilihan dalam pemilu jangan sampai membuat sesama anak bangsa saling bertikai. "Jadi kita harus hormati dan toleransi perbedaan dalam pilihan pileg dan pilpres," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai upaya konkret, kata dia, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga ukhuwah. Indonesia mempunyai modal yang kuat yaitu keutuhan bangsa. "Jangan sampai urusan pemilu yang lima tahunan itu rusak keutuhan bangsa," ujarnya.
 
Kiai Ma'ruf mengingatkan, rusaknya persatuan bangsa yang berujung konflik hanya merugikan diri sendiri. Risiko yang dipertaruhkan sungguh besar. Jika konflik sudah meletus, sulit sekali menghentikan seperti yang terjadi di Timur Tengah dan Afghanistan.
 
Kiai Ma’ruf mengatakan persoalan di atas termasuk bagian tugas dan kewajiban MUI terhadap umat. Melindungi (himayat) umat adalah menjaga dan melindungi umat dari paham yang sesat dan menimbulkan perpecahan, dan terus berupaya menyatukan umat (tauhidul ummah).
 
Selain itu, kata dia, MUI juga melakukan berbagai hal lain untuk melindungi umat dari muamalah yang tidak sesuai dengan syariah, makanan yang meragukan kehalalannya. "Saat ini ekonomi syariah diyakini mampu menjadi pilar penting penyangga pembangunan nasional," katanya.
 
Dia menjelaskan, MUI sudah melakukan pendekatan baru dalam ekonomi nasional. Pendekatan pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lemah yang dimitrakan dengan pemilik modal besar.
 
Baca: MUI Luncurkan Program Indonesia Berkhidmat
 
Pendekatan baru itu, kata Kiai Ma`ruf, disebut era baru ekonomi nasional. Era baru ekonomi nasional tersebut diharapkan dapat terus digalakkan, sehingga dapat menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih berkeadilan.
 
"Diharapkan disparitas ekonomi yang saat ini dirasakan, perlahan bisa dikikis," kata Kiai Ma`ruf.
 
Wakil Dewan Pertimbangan MUI, Didin Hafidhuddin, mendukung tema Peneguhan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah. "Tema ini perlu diimplementasikan dalam keseharian dalam berorganisasi di MUI," kata Didin.
 
Kedua ukhuwah ini, menurut Didin, memiliki potensi besar dan kekuatan dahsyat untuk membangun bangsa dan negara.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif