Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Terpopuler Nasional, Kasus Omicron Jadi 1.400 Hingga Pembahasan RUU IKN Melalui Proses Matang

Nasional KPK LPSK Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Nasional mafia tanah Omicron Varian Omicron RUU Ibu Kota Baru
Renatha Swasty • 20 Januari 2022 07:08
Jakarta: Kasus covid-19 varian Omicron terus bertambah. Hal ini masih menjadi perhatian pembaca Medcom.id.
 
Berita soal kasus covdi-19 varian Omicron mencapai 1.400 paling banyak dibaca pembaca Medcom.id sepanjang Rabu, 19 Januari 2022.
 
"Kasus terbanyak berada di Jakarta. Namun, untuk Kalimantan Barat (Kalbar) masih belum ditemukan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dilansir dari Antara, Jakarta, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Budi mengatakan penularan kasus Omicron sangat cepat. Namun, tingkat keparahan dan vatalitasnya rendah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca selengkapnya di sini
 
Berita yang juga menarik perhatian pembaca Medcom.id sepanjang kemarin soal proses pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-undang (UU).  Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Wandy Tuturoong, membantah pembahasan terburu-buru.
 
Perumusan peraturan perundangan itu dipastikan sudah melalui proses diskusi yang matang dan komprehensif.
 
"Ini yang harus diketahui publik. Komunikasi dengan pemerintah, khususnya Bappenas, dalam persiapan draf RUU, Perpres bahkan rancangan masterplan sudah berlangsung lama, sejak periode lalu," ujar Wandy melalui keterangan resmi, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Dia mengatakan rumusan RUU IKN juga didukung kajian beserta naskah akademik yang sudah dibahas bersama antara Pemerintah, DPR, dan para ahli. Wandy menekankan saat ini yang paling penting adalah mengawal proses selanjutnya agar pandangan berbagai pihak bisa diakomodir dalam pelaksanaan pemindahan IKN.
 
Baca selengkapnya di sini
 
Berita yang juga menarik perhatian pembaca Medcom.id sepanjang Rabu, soal Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat melaporkan atas apa yang dialami terkait kejahatan mafia tanah. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua LPSK Susilaningtias dalam Diskusi Perlindungan Saksi dan Korban dalam Upaya Pengamanan Aset Negara bidang Pertanahan di Jakarta, pada Selasa, 18 Januari 2022.
 
Berdasarkan data yang diterima LPSK, maraknya kasus mafia tanah tidak membuat para korban berani melapor. Diduga, para korban enggan melapor karena takut akan adanya ancaman. Hal ini diperkuat dengan hanya 128 laporan dari seluruh Indonesia yang diterima oleh LPSK dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
 
Susilaningtias mengatakan, LPSK akan menjamin korban mafia tanah, dengan catatan kepemilikannya jelas. Korban mafia tanah nantinya akan dilindungi secara fisik agar dijamin keamanannya.
 
Baca selengkapnya di sini
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif