Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Yuri: Penambahan 337 Kasus Korona Menyedihkan

Nasional Virus Korona
Candra Yuri Nuralam • 09 April 2020 17:30
Jakarta: Penambahan 337 kasus baru virus korona (covid-19), Kamis, 9 April 2020, membuat pemerintah kecewa. Masyarakat dianggap masih kurang berhati-hati dengan virus berbahaya ini.
 
"Gambaran ini menyedihkan karena kita tahu penularan di luar masih berlangsung, data ini menggambarkan (sikap) masyarakat kita seminggu lalu," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Kamis 26 Maret 2020.
 
Menurut dia, lonjakan pasien baru korona mengartikan masyarakat tidak patuh atas arahan pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus korona. Kondisi ini membahayakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap kesadaran diri masyarakat mematuhi anjuran pemerintah dalam menggunakan masker meningkat. Jika tidak, lonjakan pasien akan terjadi lagi pekan depan.
 
"Mudah-mudahan dengan gunakan masker kita bisa lihat minggu depan apakah kepatuhan ini dijalankan dengan baik atau tidak," ujar Yuri.
 
Selain menggunakan masker, Yuri meminta masyarakat patuh dengan anjuran hidup bersih. Salah satu yang paling utama yakni rajin mencuci tangan dengan durasi minimal 20 detik.
 
Masyarakat juga diminta tidak keluar rumah jika hanya untuk kebutuhan tidak penting. Anjuran tidak pulang kampung pun diminta dapat dipatuhi.
 
"Hal untuk bisa memutus covid-19. Jadilah pahlawan untuk bisa lindungi diri dan keluarga serta orang sekitar, orang tua dengan penyakit. Lindungi kampung halaman dan bangsa," tutur Yuri.
 
Yuri: Penambahan 337 Kasus Korona Menyedihkan
 
Baca: Pasien Positif Korona Jadi 3.293, Sembuh 252
 
Jumlah pasien positif korona di seluruh Indonesia per Kamis, 9 April 2020, mencapai 3.293 orang dengan 337 di antaranya kasus baru. Sebanyak 252 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 280 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.
 
Pasien penyakit dengan gejala flu, demam, hingga sesak napas itu kebanyakan berada di DKI Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 1.632 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 1.024 pasien dirawat, 377 isolasi mandiri, 82 telah sembuh, dan meninggal 149 orang.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif