Jakarta: Pengembang aplikasi Kevin Daniel Pantasdo merilis aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC). Aplikasi ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mencari berbagai informasi seputar wabah virus korona.
"Seperti tingkat kerawanan di setiap wilayah, mencari RS (rumah sakit) rujukan dan informasi terkini yang lain," kata Kevin di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Minggu, 3 Mei 2020.
Menurut dia, via aplikasi ini, masyarakat juga bisa melakukan diagnosis mandiri. Aplikasi ini dilengkapi dengan algoritma dari tim pakar medis dan didukung mesin learning.
"Aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan data yang paling lengkap, langsung dari Gugus Tugas," ungkap dia.
BLC Apss Content Lead Sheila Rachma menambahkan aplikasi ini juga membantu masyarakat yang tengah menjalankan isolasi mandiri. Mereka akan dipantau langsung petugas medis yang bertugas di wilayah tersebut.
"Untuk petugas kesehatan maupun petugas lainnya mereka mampu melakukan pemantauan langsung secara real-time terhadap pasien yang berada di wilayah kerja mereka," kata Sheila.
Selain itu, aplikasi ini dilengkapi fitur cek kesehatan para petugas. Hasil pemeriksaan bisa diinput langsung ke sistem BLC.
"Dengan adanya sistem ini (BLC) kami mengharapkan agar mempermudah kerja teman-teman kami di garda terdepan untuk melaksanakan tugas," ujar Sheila.
Pengerjaan aplikasi BLC tidak hanya digarap oleh Kevin dan tim. Mereka juga mengajak ahli informasi dan teknologi (IT) lainnya untuk menyempurnakan aplikasi tersebut di antaranya Founder Fight Covid-19 Ahmad Alghozi Ramadhan.
Baca: India Ingin Produsen Smartphone Pasang Aplikasi Covid-19
"Tujuan bergabung BLC karena memang di sini datanya lengkap," kata Ghozi.
Selain itu, keberadaan Ghozi melengkapi kekurangan BLC. Kedua belah pihak sepakat saling melengkapi aplikasi BLC.
"Menutupi kekurangan BLC dan mereka juga siap menerima slot itu," ujar Ghozi.
Jakarta: Pengembang aplikasi Kevin Daniel Pantasdo merilis aplikasi Bersatu Lawan
Covid-19 (BLC). Aplikasi ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mencari berbagai informasi seputar wabah virus korona.
"Seperti tingkat kerawanan di setiap wilayah, mencari RS (rumah sakit) rujukan dan informasi terkini yang lain," kata Kevin di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Minggu, 3 Mei 2020.
Menurut dia, via aplikasi ini, masyarakat juga bisa melakukan diagnosis mandiri. Aplikasi ini dilengkapi dengan algoritma dari tim pakar medis dan didukung mesin
learning.
"Aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan data yang paling lengkap, langsung dari Gugus Tugas," ungkap dia.
BLC Apss Content Lead Sheila Rachma menambahkan aplikasi ini juga membantu masyarakat yang tengah menjalankan isolasi mandiri. Mereka akan dipantau langsung petugas medis yang bertugas di wilayah tersebut.
"Untuk petugas kesehatan maupun petugas lainnya mereka mampu melakukan pemantauan langsung secara
real-time terhadap pasien yang berada di wilayah kerja mereka," kata Sheila.
Selain itu, aplikasi ini dilengkapi fitur cek kesehatan para petugas. Hasil pemeriksaan bisa diinput langsung ke sistem BLC.
"Dengan adanya sistem ini (BLC) kami mengharapkan agar mempermudah kerja teman-teman kami di garda terdepan untuk melaksanakan tugas," ujar Sheila.
Pengerjaan aplikasi BLC tidak hanya digarap oleh Kevin dan tim. Mereka juga mengajak ahli informasi dan teknologi (IT) lainnya untuk menyempurnakan aplikasi tersebut di antaranya Founder Fight Covid-19 Ahmad Alghozi Ramadhan.
Baca:
India Ingin Produsen Smartphone Pasang Aplikasi Covid-19
"Tujuan bergabung BLC karena memang di sini datanya lengkap," kata Ghozi.
Selain itu, keberadaan Ghozi melengkapi kekurangan BLC. Kedua belah pihak sepakat saling melengkapi aplikasi BLC.
"Menutupi kekurangan BLC dan mereka juga siap menerima slot itu," ujar Ghozi.
(OGI)