Jakarta: Sebagai edukasi mitigasi untuk masyarakat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membagikan peta aktivitas gempa (seismisitas) di Pulau Jawa periode 2009-Agustus 2020. Peta dibagikan melalui unggahan di akun Twitter pribadi Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.
"Bagian dari edukasi mitigasi bahwa kita harus mengenal aktivitas kegempaan di wilayah kita, di sekitar rumah kita, di tempat kita bekerja," ujar Daryono dalam tayangan Metro TV, Senin, 28 November 2022.
Daryono menyebut peta aktivitas gempa yang dibagikan tersebut berfokus pada gempa kerak dangkal. Gempa kerak dangkal merupakan tipe gempa yang memiliki kedalaman kurang dari 30 kilometer. Gempa ini merupakan tipe gempa yang telah mengguncang Cianjur pada Senin, 21 November 2022 lalu.
“Gempa kerak dangkal itu tidak butuh magnitudo besar untuk menimbulkan kerusakan bagian rumah,” kata Daryono.
Daryono mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap gempa dan memahami aktivitas gempa kerak dangkal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengetahui apakah di daerah tempat tinggal terdapat potensi gempa kerak dangkal. Jika ada, dihimbau untuk menyiapkan rumah dengan struktur tahan gempa.
Jakarta: Sebagai edukasi mitigasi untuk masyarakat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (
BMKG) membagikan peta aktivitas gempa (seismisitas) di Pulau Jawa periode 2009-Agustus 2020. Peta dibagikan melalui unggahan di akun Twitter pribadi Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.
"Bagian dari edukasi mitigasi bahwa kita harus mengenal aktivitas kegempaan di wilayah kita, di sekitar rumah kita, di tempat kita bekerja," ujar Daryono dalam tayangan Metro TV, Senin, 28 November 2022.
Daryono menyebut peta aktivitas
gempa yang dibagikan tersebut berfokus pada gempa kerak dangkal. Gempa kerak dangkal merupakan tipe gempa yang memiliki kedalaman kurang dari 30 kilometer. Gempa ini merupakan tipe gempa yang telah mengguncang Cianjur pada Senin, 21 November 2022 lalu.
“Gempa kerak dangkal itu tidak butuh magnitudo besar untuk menimbulkan kerusakan bagian rumah,” kata Daryono.
Daryono mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap gempa dan memahami aktivitas gempa kerak dangkal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengetahui apakah di daerah tempat tinggal terdapat potensi gempa kerak dangkal. Jika ada, dihimbau untuk menyiapkan rumah dengan struktur tahan gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)