Kepala BPOM, Penny K Lukito. Metro TV
Kepala BPOM, Penny K Lukito. Metro TV

Newsline

Izin 5 Jenis Vaksin untuk Booster Terbit, Ini Efeknya ke Antibodi

Nasional BPOM vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Newsline Vaksin Booster
MetroTV • 10 Januari 2022 21:17
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat lima jenis vaksin sebagai dosis lanjutan di Indonesia. Kelima merek vaksin tersebut adalah CoronaVac atau SinoVac, Pfizer, AstraZaneca, Moderna, dan Zifivax.
 
Kepala BPOM, Penny K Lukito, menyatakan bahwa kelima jenis vaksin booster itu telah memenuhi persyaratan uji klinis. Sehingga, dapat mengantongi izin Emergency Use Authorization (EUA).
 
“(Vaksin ini) telah melalui proses evaluasi dan mendapat rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI),” ujar Penny dalam tayangan Newsline di Metro TV, Senin 10 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari kelima jenis vaksin tersebut, CoronaVac, Pfizer, dan AstraZaneca diberikan untuk program vaksin booster homologous. Sedangkan, Zifivax diberikan untuk vaksin booster heterologous. Sementara itu, Moderna bisa digunakan untuk keduanya, baik homologous maupun heterologous.
 
Untuk diketahui, homologous berarti pemberian dosis vaksin pertama hingga ketiga menggunakan jenis yang sama. Heterologous berarti pemberian vaksin dosis ketiga berbeda dengan jenis vaksin pertama dan kedua.

Ketentuan booster dan efek ke antibodi

Vaksinasi booster untuk masyarakat umum ini rencananya mulai digelar pada Rabu, 12 Januari 2022. Dalam keterangannya, Penny melanjutkan bahwa ketentuan pemberian vaksin tersebut juga berbeda.
 
Untuk usia 18 tahun ke atas, berikut ketentuannya booster dan efeknya ke antibodi:
  • CoronaVac diberikan sebanyak 1 dosis setelah 6 bulan vaksinasi primer. Hasil tes titer antibodi netralisasi menunjukkan peningkatan sebesar 21-35 kali.
  • Pfizer diberikan sebanyak 1 dosis setelah 6 bulan vaksinasi primer untuk. Hasil tes titer antobodi netralisasi menunjukkan peningkatan sebesar 3,5 kali.
  • AstraZaneca diberikan sebanyak 1 dosis setelah 6 bulan vaksinasi primer. Hasil tes titer antobodi netralisasi menunjukkan peningkatan sebesar 3,5 kali.
  • Moderna diberikan sebanyak setengah dosis setelah 6 bulan vaksinasi primer dengan jenis yang sama atau AstraZaneca dan Pfizer. Hasil tes titer antobodi netralisasi menunjukkan peningkatan sebesar 13 kali.
  • Zifivax diberikan sebanyak 1 dosis setelah 6 bulan vaksinasi primer dengan jenis CoronaVac. Hasil tes titer antobodi netralisasi menunjukkan peningkatan lebih dari 30 kali.
(Nurisma Rahmatika)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif