Sekjen PSI Siap Dilaporkan ke Polisi
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni, siap membuktikan Presiden RI ke-2 Soeharto adalah simbol praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Juli pun siap dilaporkan soal penyataannya Soeharto adalah simbol KKN. 

"Jika ada yang mau memproses pernyataan saya ke kepolisian silakan, karena itu koridor hukum," kata Antoni, melansir Antara, Sabtu, 1 Desember 2018. 

Dia mengatakan, siap berdiskusi soal penyataannya terhadap Presiden Soeharto. Pasalnya, kata dia, dirinya sempat aktif turut melengserkan Soeharto. 


"Pak Harto adalah simbol dari KKN yang ketika itu harus diturunkan karena negeri ini telah rusak oleh tiga kata KKN itu," jelasnya.  

Baca: PDIP Pasang Badan Buat Basarah

Ketua DPP PSI Tsamara Amany menilai, pernyataan Juli berdasarkan fakta dan data. Sehingga, tidak perlu dilaporkan.  

Tsamara mengatakan, pihak yang tidak sependapat dengan pernyataan Juli bisa menunjukkan fakta dan data sebaliknya. "Sayang banget kalau hanya melaporkan tanpa adanya diskusi yang menarik," ujarnya. 

Sementara itu Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menegaskan, Presiden RI ke-2 Soeharto merupakan bapak bangsa peletak dasar pembangunan NKRI.  Dia mengatakan, Soeharto memang diturunkan salah satunya karena KKN mau dikurangi. Tapi, kata Badaruddin,  KKN tetap terjadi sampai saat ini.

"Beliau tidak pernah mengajarkan korupsi, justru sebaliknya di jaman beliau jarang ada korupsi seperti saat ini," jelasnya.

Baca: Sudirman Said: Soeharto Guru Pembangunan



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id