Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MI/Rommy Pujianto
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MI/Rommy Pujianto

Polisi Siap Amankan Aksi Tandingan Reuni 212

Nasional aksi 212
Dian Ihsan Siregar • 29 November 2018 04:30
Jakarta: Polda Metro Jaya siap mengamankan aksi tandingan 212 yang digagas oleh Perwakilan Forum Silaturahmi Aktivis 212 Kapitra Ampera. Kendati begitu, polisi belum memberikan izin atas aksi yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu, 2 Desember 2018.
 
"Yang terpenting polisi akan mengamankan aksi ini, kegiatan ini. Kami berharap masyarakat melakukan yang sama, kami sama-sama untuk menjaga Jakarta," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.
 
Argo mengakui jika Kapitra telah mengirimkan surat permintaan izin menggelar aksi tandingan 212. Namun, Argo menyatakan belum membaca surat yang dilayangkan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Forum Silaturahmi Aktivis 212 pada Rabu, 28 November 2018 mendatangi Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya. Kedatangan mereka untuk meminta izin dalam menggelar aksi tandingan reuni akbar 212.
 
Kapitra menyatakan, aksi tandingan reuni akbar 212 ini akan membawa massa sekitar sekitar 2-4 juta orang. Semua massa itu datang dari banyak organisasi maupun pesantren.
 
"Kami akan memulainya dari ba'da Isya sampai jam 3 siang di hari Minggu. Massa kami terdiri dari segala organisasi yang ikut, juga dari pesantren-pesantren karena di sini banyak tokoh-tokoh pesantren," ucap Kapitra.
 
Bagi Kapitra, aksi 212 merupakan wadah milik komunitas Islam, bukan merupakan wadah bagi suatu kelompok orang yang mendukung pasangan calon presiden tertentu.
 
"Kami yang terdiri dari para habib, ulama, ustaz dan aktivis 212, bahwa 212 adalah milik komunitas Islam," tegas Kapitra.
 
Baca: Polisi Beri Izin Reuni Akbar 212
 
Dia juga memandang reuni akbar 212 merupakan kampanye terselubung. Karena, menurut dia, panitia pelaksana mayoritas merupakan tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Kemudian itu merupakan kampanye terselebung, meski Prabowo dan Sandi tidak hadir, jadi tetap orang melihat reuni itu memihak," jelas Kapitra.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi