Pemerintah Diminta Libatkan Industri Pertahanan Swasta

Whisnu Mardiansyah 20 Oktober 2018 18:42 WIB
dpr
Pemerintah Diminta Libatkan Industri Pertahanan Swasta
Ilustrasi: Gedung DPR. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir mengatakan kebutuhan industri pertahanan dalam negeri memerlukan anggaran yang tak sedikit. Pemerintah diminta melibatkan peran swasta memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

"Anggaran yang tidak sedikit sehingga perlu melibatkan swasta agar tidak membebani anggaran APBN," kata Inas kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Saat ini, ada tujuh program prioritas industri pertahanan dalam negeri. Yaitu propelan (bahan baku roket), roket, rudal, medium tank, radar, kapal selam dan pesawat tempur.


Untuk memenuhi semua itu, kata dia, BUMN tak bisa berperan sendirian. Perlu ada riset yang melibatkan perguruan tinggi untuk bekerja sama dengan industri pertahanan agar memajukan keterampilan dalam inovasi teknologi.

"Konsekuensinya adalah anggaran yang tidak sedikit, sehingga perlu melibatkan swasta agar tidak membebani anggaran APBN," ujarnya.

Dengan hadirnya struktur baru Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), diharapakan bisa menyuarakan peran serta swasta dalam industri pertahanan dalam negeri.

Hal senada dikatakan anggota Komisi I DPR I mitra Kementerian Pertahanan Bobby Rizaldi. Struktur KKIP ini diharapkan bisa menyusun kebutuhan pertahanan dalam negeri secara tepat dan transparan.

"Masuknya Dr Connie (anggota KKIP baru) sebagai pengamat militer juga artinya mengakomodir masukan akademisi, memperkaya keragaman perspekif dalam membangun peta jalan industri pertahanan nasional," katanya.

Politikus Partai Golkar itu berharap keterlibatan swasta dalam KKIP harus bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Khususnya dengan sumber daya yang dimiliki sektor swasta.

"Semoga formasi ini bisa segera diterima Presiden, agar langsung bekerja efektif, menyelesaikan program MEF sampai fase ke 3 tahun 2019-2024," pungkasnya.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id