Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama para duta besar negara sahabat.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama para duta besar negara sahabat.

Dubes Negara Sahabat Tinjau Kawasan Gempa NTB

Nasional Gempa Lombok
11 November 2018 15:00
Jakarta: Duta besar (Dubes) negara sahabat meninjau kawasan terdampak gempa. Mereka dating untuk memberikan bantuan sekaligus menjajaki potensi investasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Para Dubes dan diplomat negara sahabat berada di Lombok sejak 9-11 November 2018. Agenda ini merupakan kerja sama antara Pemprov NTB dengan Direktorat Jenderal Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri.
 
Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengajak para dubes melirik potensi NTB sebagai lokasi berinvestasi. Menurutnya, NTB memiliki banyak lokasi potensial, salah satunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah duta besar yang hadir ialah Dubes Austria Helen Steinhausl, Dubes Azerbaijan Tamerlan Garayev, Dubes Serbia Slobodan Marinkovic, Dubes Thailand SongPhol Sukchan, dan Dubes Vietnam Pham Vinh Quang. Selain itu juga hadir sejumlah diplomat dari Mesir, Bulgaria, Suriname, Maroko serta Bosnia Herzegovina. Sementara dari Kementerian Luar Negeri hadir Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir.
 
"(KEK) Mandalika saya pikir bukan hanya proyek untuk Indonesia, tapi juga dunia internasional," kata Zul.
 
Menurutnya, Pemprov NTB telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung para investor. Termasuk infrastruktur jalan, hotel atau penginapan dan fasilitas pendukung lainnya.
 
Zul berharap, kehadiran dubes ke NTB memberi pesan kuat bahwa NTB sudah mulai pulih. Ia optimistis, NTB kembali berbenah menjadi daerah yang maju.
 
Baca: Hunian Tetap Korban Gempa di NTB Tuntas Maret
 
Para diplomat tersebut menyalurkan bantuan senilai Rp450 juta untuk pembangunan kembali Masjid Darussalam yang rusak akibat gempa di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
 
Para diplomat juga diajak berkunjung ke Gili Trawangan, Lombok Utara dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Lombok Tengah. Tur kunjungan ke sejumlah destinasi wisata pantai dan desa adat di Lombok ini menjadi strategi yang efektif guna meraih pasar turis dari Eropa tengah dan Eropa timur, dengan menghadirkan dubesnya langsung ke NTB. Harapannya, mereka akan menyebarkan ulang promosi kelebihan wisata NTB ke negaranya masing-masing.
 
Dubes Serbia untuk Indonesia, Slobodan Marinkovic begitu terpukau dengan panorama alam Lombok, khususnya deretan pantai di KEK Mandalika.
 
"Mandalika, bagian paling indah dari Lombok, tidak seramai di Pulau Jawa, di sini sangat indah dan juga bersih," ungkap Marinkovic.
 
Marinkovic juga kagum dengan semangat masyarakat Lombok yang perlahan pulih dari dampak gempa. Dia menilai, proses pemulihan di Lombok berjalan cukup cepat.
 
Terkait investasi dari Serbia ke Lombok, dia terkendala jarak yang jauh. Namun, tidak menutup kemungkinan suatu saat ada investor dari Serbia yang berinvestasi di Lombok.
"Mungkin para turis Serbia bisa lebih banyak ke sini karena fasilitasnya sudah memadai, kalau ada teman bertanya tentang destinasi wisata di Indonesia, sudah pasti saya tidak bilang Bali, tapi Lombok,"
 
Hal senada juga diutarakan Dubes Austria untuk Indonesia Helen Steinhausl. Helen yang baru pertama kali ke Lombok mengaku kagum dengan panorama alam Lombok yang begitu indah. Menurutnya, Lombok memiliki potensi besar dari segi investasi kepariwisataan.
 
"Lombok sangat potensial sekali, begitu banyak tempat yang indah. (Potensi investasi Austria) bisa saja karena Lombok punya potensi dan fasilitas yang bagus," kata Helen.
 
Wakil Dubes Suriname untuk Indonesia Ricardo W Panka juga takjub dengan keindahan alam Lombok, terutama Mandalika. Dia menilai, hal ini tidak didapatkan di negaranya. Meski baru pertama kali ke Lombok, Ricardo mengaku sedikit tahu tentang sejarah Putri Mandalika yang melegenda.
 
"Indah sekali, saya tahu cerita Putri Mandalika dari anjungan NTB di Taman Mini Indonesia Indah, itu mengapa saya sangat senang sekali bisa berada di sini," kata Ricardo.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif