Melihat Dampak Sesar Palu-Koro
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin--Medcom.id/M Rodhi Aulia.
Palu: Sesar Palu-Koro merupakan patahan kerak bumi. Jika bergerak sesar Palu-Koro membuat bangunan di atasnya bergeser dan rubuh.

Pascabencana beberapa waktu lalu, Masjid Al Ikhlas terlihat rusak parah. Pagar dan jalan di depan masjid itu bergeser.

"Kalau saya berdiri di rumah saya (melihat ke arah masjid), sudah terlihat pertigaan sana. Tapi sekarang terlindung (tertutup) dengan pagar masjid yang maju ke depan," kata salah seorang warga, Ibrahim, saat berbincang dengan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin di lokasi, Jalan Cemara, Donggala Kodi, Ulujadi, Palu, Kamis 1 November 2018.


Baca: Badan Informasi Geospasial Susun Ulang Peta Dasar Palu

Menurut Ibrahim, beberapa waktu lalu sekitar tiga peneliti datang melihat lokasi. Peneliti tersebut mengatakan, Masjid Al Ikhlas dan jalan di depannya yang bergeser itu. Diduga karena ada sesar Palu-Koro di bawahnya.

"Bergeser lima meter 20 centimeter menurut yang mengukur kemarin. Katanya dari bulan Agustus dia mencari sesar ini," ujar dia.

Kawasan Likuifaksi, Jalan Gowalise, Balaroa, palu--Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Sesar Palu-Koro memanjang sekitar 500 kilometer, mulai dari Selat Makassar sampai Pantai Utara Teluk Bone.

Di Kota Palu, sesar melintas dari Teluk Palu masuk ke wilayah daratan, memotong jantung kota sampai ke Sungai Lariang di Lembah Pipikoro.

Kondisi di Jalan Cemara, Donggala Kodi, Ulujadi. Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Ibrahim menambahkan, saat ini warga mendirikan tempat sementara, untuk kegiatan ibadah. Dalam waktu bersamaan, pihaknya mencari tanah wakaf yang luasnya cukup dibangun masjid."Kita disarankan untuk tidak membangun masjid di lokasi ini," kata dia.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id