medcom.id, Jakarta: Mario Steven Ambarita, 21, nekat masuk ke tempat roda pesawat Garuda agar bisa terbang dari Pekanbaru ke Jakarta. Perjalanan memakan waktu 1 jam 10 menit di atas ketinggian 30 hingga 34 ribu kaki.
Saat pesawat parkir di Bandara Soekarno-Hatta, Mario berjalan terhuyung-huyung. Kondisi fisiknya sangat lemah. Petugas langsung membawanya ke pusat kesehatan Bandara Soekarno-Hatta.
"Yang bersangkutan mengalami kekurangan oksigen, jarinya membiru, telinga kirinya berdarah," kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada Metrotvnews.com, Selasa (7/4/2015).
Oleh petugas medis, Mario diinfus. Saat kondisinya membaik, dimintai keterangan oleh petugas Garuda dan otoritas bandara. Kepada petugas, Mario mengaku ingin sekali ke Jakarta.
"Dia terbang selama satu jam 10 menit di ketinggian 30-34 ribu kaki. Itu sudah nol derajat," papar Pujo.
medcom.id, Jakarta: Mario Steven Ambarita, 21, nekat masuk ke tempat roda pesawat Garuda agar bisa terbang dari Pekanbaru ke Jakarta. Perjalanan memakan waktu 1 jam 10 menit di atas ketinggian 30 hingga 34 ribu kaki.
Saat pesawat parkir di Bandara Soekarno-Hatta, Mario berjalan terhuyung-huyung. Kondisi fisiknya sangat lemah. Petugas langsung membawanya ke pusat kesehatan Bandara Soekarno-Hatta.
"Yang bersangkutan mengalami kekurangan oksigen, jarinya membiru, telinga kirinya berdarah," kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada
Metrotvnews.com, Selasa (7/4/2015).
Oleh petugas medis, Mario diinfus. Saat kondisinya membaik, dimintai keterangan oleh petugas Garuda dan otoritas bandara. Kepada petugas, Mario mengaku ingin sekali ke Jakarta.
"Dia terbang selama satu jam 10 menit di ketinggian 30-34 ribu kaki. Itu sudah nol derajat," papar Pujo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)