medcom.id, London: Seorang warga negara Inggris yang berada dalam pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 diketahui bernama Chi Man Choi, Ia adalah salah satu direktur perusahaan energi Alstom Power asal Perancis yang memiliki kantor cabang di Indonesia.
Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris mengonfirmasi ada satu warganya di QZ8501, yang hilang kontak kemarin dalam penerbangan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura. Juru bicara kemlu Inggris mengatakan keluarga Chi Man Choi telah mendapatkan informasi ini.
Seperti diwartakan Channel News Asia dan dikutip Independent.co.uk, Minggu (28/12/2014), nama Choi ada dalam manifes QZ8501. Choi adalah satu-satunya warga Inggris di pesawat tersebut.
Choi diketahui tinggal di Singapura bersama keluarganya. Ia terbang dengan pesawat QZ8501 dengan putrinya yang berusia dua tahun.
Menurut akun LinkedIn Choi, sang pebisnis lahir di Hull, dan lulus dari Universitas Essex di Inggris pada 1988.
Hilangnya QZ8501 adalah tragedi besar pertama AirAsia. CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan QZ8501 dalam kondisi baik sebelum diperbolehkan terbang.
"Ini mimpi terburuk saya," tulis Tony dalam akun Twitter.
QZ8501 membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Sedangkan kru pesawat terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi. Tujuh warga negara asing ada dalam penerbangan itu, yakni tiga asal Korsel, satu Singapura, satu Inggris, satu Malaysia dan seorang first officer dari Perancis.
Pencarian hari ini oleh Basarnas dan pihak terkait lain, termasuk BPPT, dibagi ke dalam tujuh sektor. Salah satu fokus pencarian Basarnas di Kalimantan Barat, yang berhadapan langsung dengan Selat Karimata dan juga perairan Bangka Belitung.
Hingga saat ini, alat Emergency Locator Transmitter atau ELT dari QZ8501 belum juga memancarkan sinyal.
medcom.id, London: Seorang warga negara Inggris yang berada dalam pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 diketahui bernama Chi Man Choi, Ia adalah salah satu direktur perusahaan energi Alstom Power asal Perancis yang memiliki kantor cabang di Indonesia.
Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris mengonfirmasi ada satu warganya di QZ8501, yang hilang kontak kemarin dalam penerbangan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura. Juru bicara kemlu Inggris mengatakan keluarga Chi Man Choi telah mendapatkan informasi ini.
Seperti diwartakan Channel News Asia dan dikutip
Independent.co.uk, Minggu (28/12/2014), nama Choi ada dalam manifes QZ8501. Choi adalah satu-satunya warga Inggris di pesawat tersebut.
Choi diketahui tinggal di Singapura bersama keluarganya. Ia terbang dengan pesawat QZ8501 dengan putrinya yang berusia dua tahun.
Menurut akun LinkedIn Choi, sang pebisnis lahir di Hull, dan lulus dari Universitas Essex di Inggris pada 1988.
Hilangnya QZ8501 adalah tragedi besar pertama AirAsia. CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan QZ8501 dalam kondisi baik sebelum diperbolehkan terbang.
"Ini mimpi terburuk saya," tulis Tony dalam akun Twitter.
QZ8501 membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Sedangkan kru pesawat terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi. Tujuh warga negara asing ada dalam penerbangan itu, yakni tiga asal Korsel, satu Singapura, satu Inggris, satu Malaysia dan seorang first officer dari Perancis.
Pencarian hari ini oleh Basarnas dan pihak terkait lain, termasuk BPPT, dibagi ke dalam tujuh sektor. Salah satu fokus pencarian Basarnas di Kalimantan Barat, yang berhadapan langsung dengan Selat Karimata dan juga perairan Bangka Belitung.
Hingga saat ini, alat Emergency Locator Transmitter atau ELT dari QZ8501 belum juga memancarkan sinyal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)