medcom.id, Jakarta: Total E&P Indonesia Mentawai (TEPIM), anak perusahaan Total E&P Indonesia, akan memulai pengeboran laut dalam di sumur Rendang 1X yang terletak di Blok Eksplorasi Bengkulu 1 Mentawai.
Pengeboran akan dilakukan pada minggu ke dua Juli ini dan berlokasi di 75 km lepas pantai Provinsi Bengkulu.
"Pengeboran perdana di sisi barat Pulau Sumatra ini merupakan tonggak sejarah penting bagi kegiatan eksplorasi selanjutnya di wilayah Bengkulu, mengingat sebelumnya belum pernah ada kegiatan pencarian hidrokarbon di sana," ujar General Manager TEPIM Hardy Pramono melalui surat elektronik, Selasa (8/7/2014).
Hardy menambahkan, pengeboran diperkirakan memakan waktu 90 hari dengan menggunakan teknologi laut dalam karena sumur berada di kedalaman laut 1000 meter.
"Tantangan eksplorasi ini memperlihatkan tekad Total untuk menemukan cadangan-cadangan baru di Indonesia. Dan Total sangat menghargai dukungan penuh oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu," jelas Hardy.
Total E&P Indonesie (TEPI) telah beroperasi di Indonesia sejak 1968. TEPI mengoperasikan blok lepas pantai Mahakam Kalimantan Timur.
TEPI saat ini menyuplai 80% kebutuhan gas ke kilang LNG Bontang, dengan produksi gas pada 2013 sebesar 1.760 MMscf/d dan 67,000 bbl/d untuk minyak dan kondensat.
medcom.id, Jakarta: Total E&P Indonesia Mentawai (TEPIM), anak perusahaan Total E&P Indonesia, akan memulai pengeboran laut dalam di sumur Rendang 1X yang terletak di Blok Eksplorasi Bengkulu 1 Mentawai.
Pengeboran akan dilakukan pada minggu ke dua Juli ini dan berlokasi di 75 km lepas pantai Provinsi Bengkulu.
"Pengeboran perdana di sisi barat Pulau Sumatra ini merupakan tonggak sejarah penting bagi kegiatan eksplorasi selanjutnya di wilayah Bengkulu, mengingat sebelumnya belum pernah ada kegiatan pencarian hidrokarbon di sana," ujar General Manager TEPIM Hardy Pramono melalui surat elektronik, Selasa (8/7/2014).
Hardy menambahkan, pengeboran diperkirakan memakan waktu 90 hari dengan menggunakan teknologi laut dalam karena sumur berada di kedalaman laut 1000 meter.
"Tantangan eksplorasi ini memperlihatkan tekad Total untuk menemukan cadangan-cadangan baru di Indonesia. Dan Total sangat menghargai dukungan penuh oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu," jelas Hardy.
Total E&P Indonesie (TEPI) telah beroperasi di Indonesia sejak 1968. TEPI mengoperasikan blok lepas pantai Mahakam Kalimantan Timur.
TEPI saat ini menyuplai 80% kebutuhan gas ke kilang LNG Bontang, dengan produksi gas pada 2013 sebesar 1.760 MMscf/d dan 67,000 bbl/d untuk minyak dan kondensat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADF)