Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Hoaks dan Teori Konspirasi Ganggu Upaya Penanganan Covid-19

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Theofilus Ifan Sucipto • 03 Agustus 2020 14:17
Jakarta: Maraknya hoaks atau disinformasi dan teori konspirasi soal virus korona (covid-19) dianggap mengganggu upaya penanganan. Butuh keseriusan bersama untuk menangkal hal tersebut.
 
"Informasi hoaks berdampak buruk bagi masyarakat dan mengganggu upaya penanganan pandemi," kata Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Septiaji menilai berbagai hoaks dan teori konspirasi covid-19 sangat merugikan banyak pihak. Salah satunya konspirasi soal rumah sakit yang memaksa status pasien terinfeksi covid-19 sebagai lahan bisnis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Septiaji khawatir ada efek jangka panjang jika hoaks tersebut tidak segera ditindaklanjuti. Misalnya, masyarakat menolak vaksin covid-19 saat sudah tersedia.
 
"Hoaks dikhawatirkan menurunkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan," ujar dia.
 
Baca: Hati-hati dengan Hadi Pranoto
 
Septiaji menyayangkan pernyataan Hadi Pranoto soal obat covid-19. Dia menilai berbagai klaim Hadi meragukan dan cenderung sesat.
 
"Ini bisa membahayakan publik dan memberi rasa aman yang palsu dan dapat berbalik menjadi kelengahan masyarakat akan bahaya penyebarannya," kata dia.
 
Sebelumnya, influencer sekaligus youtuber Anji mewawancarai Hadi Pranoto yang diunggah ke YouTube. Dalam video itu, Hadi mengklaim dirinya sebagai profesor serta ahli mikrobiologi.
 
Hadi juga sesumbar sudah menemukan obat covid-19. Bahkan, dia mengatakan ribuan orang telah sembuh berkat obat temuannya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif