Kabag Penum Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri - Medcom.id/Jufriansyah.
Kabag Penum Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri - Medcom.id/Jufriansyah.

47 WNI Eks ISIS Berstatus Tahanan

Nasional isis
Cindy • 03 Februari 2020 18:23
Jakarta: Rencana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS terkendala karena sebagian mereka berstatus tahanan.47 WNI eks ISIS diketahui ditahan di Irak, Suriah dan Turki.
 
"47 orang sebagai tahanan dan selebihnya pengungsi biasa," kata KabagPenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Asep tak menjelaskan lebih lanjut kasus yang menjerat 47 WNI eks ISIS itu sampai ditahan. Kepolisian masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memulangkan mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, polisi juga akan memverifikasi status WNI 600 WNI tersebut. "Kita harus jelas track record dan seterusnya. Jadi, masih ada proses itu untuk memastikan sambil kita melihat (sikap) pemerintah dari sana," ucap Asep.
 
Korps Bhayangkara bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masih mengkaji rencana pemulangan 600 WNI itu. Kajian untuk mengukur tingkat paparan radikalisme 600 WNI tersebut.
 
BNPT dan Densus 88 Antiteror juga akan melaksanakan program deradikalisasi WNI eks kombatan ISIS. Berikutnya, polisi akan mengawasi agar tak lagi menyebarkan paham radikalisme kembali.
 
Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan akan memulangkan 600 WNI. Proses pemulangan akan terwujud dalam waktu dekat.
 
Menurut Fachrul, Indonesia memiliki kewajiban menerima dan membina WNI yang terpapar paham radikal. Sehingga, mereka bisa kembali menjadi WNI yang baik.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif