Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto. Dok. BNPB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto. Dok. BNPB

Penambahan Positif Covid-19 Terbanyak, 2.657 Kasus dalam Sehari

Nasional Virus Korona grasi
Nur Azizah • 09 Juli 2020 16:36
Jakarta: Jumlah pasien positif terinfeksi virus korona (covid-19) di Indonesia bertambah 2.657 orang dalam sehari. Penambahan pasien positif terbanyak sejak pertama kali wabah melanda Nusantara.
 
"Spesimen pada pemeriksaan hari ini kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.657 orang," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Kamis, 9 Juli 2020.
 
Total kasus positif hingga sore ini mencapai 70.736 orang. Pemeriksaan ini menggunakan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Pemeriksaan spesimen sebanyak 23.832 spesimen, total spesimen yang telah diperiksa 992.069.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun jumlah kasus sembuh hari ini bertambah 1.066 orang. Sehingga total pasien yang terbebas dari covid-19 ada 32.651 orang.
 
"Jumlah ini cukup banyak. Sementara kasus meninggal bertambah 58 orang, totalnya menjadi 3.417," tambah dia.
 
Adapun jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga telah mencapai 38.498 orang. Kasus pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 13.732 orang.
 
Virus ini telah menyerang 34 provinsi dengan total 457 kabupaten di Indonesia. Virus merebak di Indonesia sejak 2 Maret 2020 hingga saat ini.
 
Yurianto menyebut masih banyaknya kasus menunjukkan bahwa virus korona masih ada di tengah warga tanpa disadari. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi diri agar tidak tertular.
 
"Jangan sampai kita tertular dan makin banyak yang tertular dan kemudian harus masuk ke rumah sakit, maka beban layanan rumah sakit akan semakin berat," ujarnya.
 
Yurianto mengajak seluruh masyarakat untuk memutus penyebaran covid-19. Caranya, menjaga jarak, menggunakan masker, menerapkan etika bersin dan batuk.
 
"Kita harus bersinergi dari pusat, ke daerah, RT, dan RW. Ini harus kita lakukan," tegas Yurianto.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif