Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Kemensetneg Terima Aspriasi Publik Soal Pengelolaan TMII Sesuai Industri 4.0

Nasional Pariwisata pariwisata indonesia aset negara TMII taman hiburan
Kautsar Widya Prabowo • 11 April 2021 19:28
Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah menerima sejumlah masukan dari masyarakat ihwal pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Salah satunya, aspirasi pengelolaan TMII berbasis industri 4.0. 
 
"(Aspirasi) edukasi Nusantara yang dikemas lebih modern, melibatkan partisipasi budayawan, seniman, duta wisata, dan duta budaya, perbaikan sarana dan prasarana serta lebih memperhatikan lingkungan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg Eddy Cahyono Sugiarto dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 April 2021. 
 
Kemensetneg memastikan akan memfasilitasi aspirasi publik terkait pengelolaan TMII. Hal ini sebagai komitmen untuk meningkatkan perbaikan pengelolaan aset negara menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diharapkan masyarakat luas dapat terus memberikan masukan melalui Kanal Aspirasi TMII yang ada," tutur dia. 
 
Aspirasi publik diyakini dapat menjadikan TMII sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. TMII bakal diwujudkan menjadi sarana wisata edukasi bermatra budaya Nusantara, mempertebal rasa cinta Tanah Air, dan membina rasa persatuan dan kesatuan.
 
Baca: Transisi Pengelolaan TMII Tak akan Ganggu Hak Pegawai
 
Kemensetneg  telah membuka kanal partisipasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya soal pengelolaan TMII. Masyarakat dapat menyampaikan melalui kanal media Kemensetneg, yakni email: [email protected], serta akun Instagram, Twitter, dan Facebook.
 
Setelah hampir 44 tahun dipegang Yayasan Harapan Kita, TMII kini dikelola pemerintah. Pengambilalihan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. 
 
Aturan ini terbit merujuk pada rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pemangku kepentingan terkait. Pengelola TMII disebut tidak pernah menyetorkan pemasukan ke kas negara. 
 
Pengambilalihan TMII dari yayasan yang didirikan istri Presiden ke-2 Soeharto, Tien Soeharto, itu bertujuan mengoptimalkan aset negara. Pemerintah ingin TMII bisa ikut berkontribusi kepada keuangan negara.
 
"Yang penting lainnya, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat segala kalangan," ucap Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, Kamis, 8 April 2021.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif