Kisah Sukses Pedagang Ayam Beromzet Belasan Juta per Hari

Gervin Nathaniel Purba 11 Desember 2017 10:55 WIB
Kisah Sukses Pedagang Ayam Beromzet Belasan Juta per Hari
Muhammad Syafik, pedagang ayam potong. Foto: Metrotvnews.com/ Gerbvin Nathaniel
Tangerang Selatan: Keputusan Muhammad Syafik, 30, keluar dari tempatnya bekerja, lalu berdagang ayam potong di Pasar Tradisional Modern BSD City (Pasmod BSD) bisa dibilang tepat. Saat ini, pendapatan Syafik dari usaha tersebut mencapai belasan juta rupiah, jauh dari gaji yang diterima saat ia masih jadi pegawai.

Tetapi, ada proses panjang di balik besarnya penghasilan Syafik sekarang. Kerja keras itu sudah pasti. Syafik yang sudah berdagang ayam potong sejak lulus sekolah juga selalu ingin belajar bagaimana mengembangkan bisnis ini.

Dengan niat membantu ekonomi keluarga, Syafik awalnya berdagang ayam di Pasar Pamulang. Beberapa tahun belakangan, ia memutuskan pindah ke Pasmod BSD di Tangerang Selatan, Banten. 

"Saya sempat kerja, kontrak dua tahun. Saya berpikir, orang tua saya yang tidak bisa membaca dan menulis bisa berkembang, lah saya suda disekolahkan tinggi-tinggi masak begini saja? Akhirnya coba banting setir," kata Syafik kepada medcom.id, Kamis, 30 November 2017.
Syafik merasakan peningkatan pendapatan sangat signifikan ketika berdagang di Pasmod BSD. "Keuntungan naik 80 persen, bahkan bisa dibilang 100 persen," ujar pria yang saat ini sedang menanti kelahiran anak kedua itu.

Per hari, rata-rata ia bisa menjual 500 ekor ayam, terdiri dari 150 ekor ayam broiler, 200 ekor ayam jantan, dan 150 ekor ayam kampung. Pendapatannya bisa mencapai Rp17 juta sampai Rp20 juta dalam sehari.

"Ayam per ekornya Rp35 ribu sampai Rp40 ribu. Kalau Rp40 ribu ayam yang besar. Kalau ayam fillet Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per ekor," tutur Syafik.

Saat ini, Syafik memiliki tiga tempat penjualan ayam potong. Dia sempat memasok ayam potong ke 15 restoran, di antaranya di Mal Grand Indonesia. Karena tidak cocok dengan sistem pembayaran, Syafik akhirnya memutuskan tidak memasok ayam potong ke restoran.
 
Menurutnya, pedagang di Pasmod BSD bahagia karena pengunjung stabil, bahkan cenderung terus meningkat. Pedagang harus memberikan pelayanan yang baik agar konsumen puas dan ingin terus berbelanja di Pasmod BSD.

Selain itu, resep sukses Syafik adalah mengikuti pelatihan yang diadakan Sinar Mas Land, pengelola Pasar Modern BSD City. Ia merasakan program pelatihan dari Sinar Mas Land sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha pedagang.

"Awalnya saya tidak mau karena menganggap itu tidak penting. Satu dua kali ikut, bosan. Tiga kali ikut baru merasa ada betulnya juga apa yang disampaikan di pelatihan. Pengaruhnya ada," tuturnya.

Pelatihan dari Sinar Mas Land bisa sekali dalam sepekan atau sekali dalam sebulan. Nara sumber bisa dari Sinar Mas Land atau akademisi. Syafik mengaku selalu mencatat poin-poin penting yang bisa ia terapkan dalam mengelola bisnis jual ayam potong.

"Saya juga mengajarkan ilmu yang didapat di pelatihan kepada karyawan saya. Sejak mengikuti pelatihan, saya jadi ikut berpikir ke depan, karena pergaulannya dengan orang yang berpikir ke depan," jelas Syafik.

Dari hasil berdagang ayam, Syafik bersyukur dirinya bisa menghidupi keluarga dan bisa membeli rumah. Target selanjutnya, Syafik ingin memiliki tempat sendiri untuk berdagang ayam. 


Tammi Patriek Setiawan melayani konsumen. (Foto: medcom.id/ Gervin Nathaniel)

Tammi Patriek Setiawan, 50, pedagang sayur di Pasmod BSD, juga merasakan manfaat pelatihan dari Sinar Mas Land. Ia berharap, pelatihan semakin sering dan terjadwal.

"Kalau penjualan jelas meningkat, karena dari sisi harga juga sudah berbeda," katanya.

Syafik dan Tammi bersyukur bisa berdagang di Pasmod BSD, karena tempatnya nyaman. Ketika musim hujan, Tammi tidak khawatir tokonya mungkin kebanjiran. Berbeda dengan kondisi di pasar tempat ia berjualan sebelumnya.

"Kalau dulu kan gampang banjir, konsumen juga jadi resah. Kalau di sini, saat hujan tidak ada masalah," tuturnya.

Aktivitas di Pasmod BSDy mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Setelah itu, area pasar harus kosong karena dibersihkan petugas. Tak heran kalau di Pasmod BSD pedagang tidak mengeluh adanya tikus.

Menurut Tammi, pengawasan dari pengelola sangat ketat. Pengelola menjamin tidak ada pungutan liar di Pasmod BSD.

Sedangkan Syafik menilai fasilitas yang bagus dan lingkungan yang bersih menjadi poin penting dalam menarik minat konsumen untuk berbelanja di Pasmod BSD. Karena itu, selama ini Syafik melihat Pasmod BSD tidak pernah sepi pengunjung.

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id