Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Terduga Teroris di Medan Autodidak Rakit Bom

Nasional terorisme Ledakan di Polrestabes Medan
Yurike Budiman • 16 November 2019 22:32
Jakarta: Pengamat Gerakan Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta M Zaki Mubarak mengatakan pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan, Rabu, 13 November 2019 lalu mempersiapkan aksinya secara autodidak.
 
"Mereka belajar autodidak, dan mengalami proses radikalisasi secara personal. Misalnya beberapa pelaku yang melakukan serangan terhadap polisi yang Tangerang, kemudian di Polsek Wonokromo itu secara struktural tidak terkoneksi dengan jihadis maupun perkumpulan jihadis di Tanah Air," kata Zaki saat diskusi Perspektif Indonesia, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu, 16 November 2019
 
Zaki juga menjelaskan bahwa aksi teror yang dilakukan sendiri oleh pelaku adalah hasil proses radikalisasi personal yang dipelajari dari berbagai media sosial seperti Youtube dan Facebook. Pelaku menggunakan alat ala kadarnya untuk merakit bom tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bomnya dirakit ala kadarnya karena sumber daya yang dimiliki mulai merosot secara signifikan," kata Zaki.
 
Lebih lanjut, Zaki mengatakan aksi teror yang terjadi dari 2014 sampai 2016 dilakukan jihadis-jihadis Indonesia yang sudah terampil karena berangkat langsung ke Suriah.
 
"Sebagian yang punya skill sudah pergi jihad atau sedang dipenjara, sedangkan yang tersisa adalah yang tidak memiliki keterampilan. Karena yang punya keterampilan tinggi dan ideologi kuat itu kalau enggak ada di Suriah, itu ada di penjara. Jihadis yang berangkat ke Suriah dan tergabung dalam ISIS hampir semuanya mati," tutup Zaki.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif