NEWSTICKER
Ilustrasi umat Islam saat berhaji di Mekkah, Arab Saudi/Pixabay/Abdullah_Shakoor
Ilustrasi umat Islam saat berhaji di Mekkah, Arab Saudi/Pixabay/Abdullah_Shakoor

Sejarah Penamaan Hari Jumat dan 5 Peristiwa Besar yang Terjadi di Dalamnya

Nasional Medcom Jumat
Oase.id • 24 Januari 2020 13:38
Jakarta: Pada mulanya masyarakat Arab menyebut hari Sabtu dengan nama Syiyar, Ahad dengan Awwal, Senin (Ahwan), Selasa (Jubar), Rabu (Dubar), Kamis (Mu'nis), dan Arubah untuk menyebut Jumat.
 
Dari serangkaian nama hari itu, Arubah seakan-akan menjadi puncaknya. Masyarakat pra-Islam menempatkan hari itu sebagai hari untuk saling menunjukkan keunggulan dan berbangga-bangga.
 
Ketika tiba di hari Arubah, para penyair dan penyihir menjadikannya sebagai waktu untuk menampilkan karya terbarunya, juga ilmu sihir yang dianggap paling mematikan yang baru saja dipelajarinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitu juga bagi kalangan elite Arab dan para saudagar, Arubah adalah hari yang ditunggu untuk bisa saling ria dan memamerkan jumlah harta kekayaan yang dimiliki.
 
Hingga kemudian Islam datang dan mengubah kebiasaan buruk itu dengan menjadikannya sebagai hari untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, hari saling kunjung dan bersilaturahmi, juga dimanfaatkan sebagai momentum persatuan masyarakat melalui pelaksanaan salat Jumat.
 
Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Jumuah: 9;

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan salat Jumat (Jumu'ah) maka bersegeralah mengingat Allah."


 
Nama Jumat diambil dari kata "Jumuah" dengan makna berkumpul.
 
Jumat, oleh umat Muslim disebut sayyidul ayyam atau pemimpin para hari. Hari ini menjadi hari mulia karena di dalamnya terdapat peristiwa penting baik yang sudah terjadi maupun prediksi di masa depan.
 
DIlansir dari laman Oase.id, Berikut adalah 5 peristiwa yang terjadi pada hari Jumat;
 

Manusia pertama diciptakan
 
Allah Swt menciptakan Nabi Adam As pada hari Jumat. Manusia pertama itu diciptakan dari tanah, tanpa ayah dan juga ibu. Setelah menjadi bentuk yang sempurna, Allah Swt meniupkan ruh ke jasad tersebut.
 

Adam As diturunkan ke bumi
 
Setelah Nabi Adam As diciptakan, Allah Swt menempatkannya di surga. Ia memperkenankan Adam memakan apapun yang tersedia di surga, kecuali satu pohon.
 
Iblis pun datang dan melakukan tipu daya kepada Adam. Ia membujuk dan berhasil membuat Nabi Adam mendekati sekaligus memakan buah dari pohon yang dilarang Allah tersebut. Sebagai konsekuensinya, Nabi Adam pun diturunkan dari surga, dan peristiwa itu terjadi di hari Jumat.
 

Nabi Adam diampuni
 
Nabi Adam As bertaubat atas kelengahannya mengikuti bisikan Iblis. Ia pun memohon ampunan kepada Allah Swt dan Allah menerima taubatnya pada hari Jumat.
 
Allah Swt berfirman, "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah:37)
 
Ibnu Qutaibah dalam Tafsir Gharib Al-Qur’an menyatakan, Allah Swt mengajarkan kalimat-kalimat taubat kepada Nabi Adam. Maka, Nabi Adam pun melaksanakannya dan Allah mengampuninya.
 

Wafatnya khalifah pertama di bumi
 
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi disebutkan, Nabi Adam dikaruniai umur seribu tahun. Kemudian pada hari Jumat, malaikat maut datang mencabut nyawanya. Pada hari itu sang khalifah pertama di muka bumi ini pun meninggal dunia.
 

Hari kiamat
 
Kiamat pasti akan terjadi, namun tak ada satu pun manusia pun yang mengetahui kapan ia akan datang. Meski demikian, Nabi Muhammad Saw telah mengabarkan bahwa kiamat akan terjadi di hari Jumat.
 
Lima peristiwa penting sebagaimana ini tercantum dalam sabda Rasulullah Saw;
 
"Jumat adalah sebaik-baik dan seagung-agung hari. Ia (Jumat) lebih utama di sisi Allah dari Iduladlha dan Idulfitri. Pada hari itu ada lima perkara (besar); pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula ia diturunkan ke bumi, pada hari itu ia diwafatkan, dan pada hari itu kiamat tiba. Dan pada hari itu, tidaklah malaikat, langit, bumi, angin, gunung dan laut kecuali takut karena keagungan hari Jumat." (HR. Ibnu Majah)
 
Dalam hadis lainnya, Rasulullah Saw pernah bersabda:
 
"Sebaik-baik hari selama matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Nabi Adam diciptakan, pada hari itu pula beliau diturunkan (dari surga). Pada hari itu beliau diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau wafat, dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi. Semua hewan di muka bumi berada di pagi hari Jumat dalam keadaan mengoptimalkan pendengarannya hingga terbitnya matahari, karena takut akan datangnya hari kiamat kecuali manusia. Pada hari Jumat ada suatu waktu yang tidaklah seorang mukmin pun yang berdoa ketika salat, meminta sesuatu kepada Allah bertepatan waktu itu, kecuali Allah akan mengabulkannya." (HR Nasai dan Abu Daud).
 

Sumber: Disarikan dari hadis-hadis dalam Sunan Ibnu Majah, Sunan An-Nasai, Sunan Abu Daud, serta keterangan dari Nail Al-Authar Syarh Muntaqa Al-Akhbar karya Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah Asy-Syaukani Ash-Shan’ani (Imam Asy-Saukani), Fath Al-Bari bi Syarh Shahih Al-Bukhari karangan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, serta Tafsir Gharibil Qur’an karya Ibnu Qutaibah.
 
Penjelasan lebih lengkap bisa dibaca di sini.
 

(SBH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif