Pengamanan di Bawaslu. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Pengamanan di Bawaslu. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Kawasan Bawaslu Berangsur Normal

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Kautsar Widya Prabowo • 22 Mei 2019 06:50
Jakarta: Kondisi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, telah berangsur kondusif. Bentrok massa dengan aparat sempat terjadi di lokasi ini tadi malam.
 
Pantauan Medcom.id, Rabu, 22 Mei 2019, masyarakat sudah dapat melalui Jalan MH Thamrin arah menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Sementara itu, sisi jalan MH Thamrin menuju Monumen Nasional (Monas) yang tepat berada di depan Gedung Bawaslu belum dapat dilalui karena masih ditutup dengan kawat berduri.
 
Jalan Wahid Hasyim yang menuju ke Tanah Abang dan menuju Jalan Sabang juga sudah pulih. Kedua sisinya sudah dapat dilalui pengendara motor maupun mobil. Aparat kepolisian dari pasukan huru hara Brigadir Mobil (Brimob) masih tampak berjaga-jaga di sekitar Jalan Wahid Hasyim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi bentrok semalem membuat aparat kelelahan dan memilih tidur di area kawasan pertokoan Sarinah. Sejumlah peralatan tempur mereka seperti tameng dan tongkat juga mulai diangkut ke dalam truk.
 
Selain itu, aparat pasukan TNI AD dari Kodam Jaya dengan seragam lengkap mengenakan baju antipeluru dan helm mulai menjauhi kawasan Gedung Bawaslu. Mereka pulang menggunakan truk dan bus.
 
Sisa-sisa gas air mata juga masih tampak tersisa di daerah Jalan Sabang. Hal tersebut membuat mata masyarakat terasa pedih.
 
Pasukan kebersihan dari tim oranye juga tampak berusaha membersihkan sampah yang berserakan di kawasan MH Thamrin. Sampah botol minuman hingga kotak nasi masih tampak berserakan di jalan tersebut.
 
Sebelumnya, polisi memukul mundur massa aksi di depan Gedung Bawaslu. Massa yang tak kunjung membubarkan diri ini didorong terus hingga ke Jalan Sabang.
 
Baca: Asrama Brimob di Petamburan Terbakar
 
Pantauan di lapangan, pukul 02.00 WIB, massa sempat membakar spanduk, karet, dan barang lainnya. Polisi lantas mengerahkan mobil antihuru hara dan menyemprotkan air dari water cannon untuk memadamkan api. Kisruh antara massa pendemo dengan polisi terjadi.
 
Aparat sempat menembakkan gas air mata demi membubarkan massa dari ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Upaya tersebut dilakukan karena massa tak mengindahkan peringatan aparat untuk membubarkan diri.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif