Pengusaha Ciputra (kedua dari kanan). Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Pengusaha Ciputra (kedua dari kanan). Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Ciputra: Bertahan Hidup di Era Jepang hingga Sulap Rawa Ancol

Nasional obituari Ciputra Tutup Usia
Yogi Bayu Aji • 27 November 2019 07:50
Jakarta: Chairman sekaligus pendiri Ciputra Group, Ciputra, tutup usia, Rabu, 27 November 2019. Dia mengembuskan napas terakhir di Singapura.
 
Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, itu pergi menuju peristirahatan terakhir dengan meninggalkan banyak kisah hidup inspiratif. Pasalnya, bos properti itu memulai segala sesuatunya dari nol.
 
“Ayah saya meninggal ketika saya berumur 12 tahun. Beliau ditangkap tentara Jepang karena dituduh sebagai mata-mata. Saya lihat ayah diseret dan dinaikkan ke perahu motor menuju Manado,” cerita Ciputra seperti diberitakan Mediaindonesia.com, Rabu, 29 November 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Momen itu menjadi kesempatan terakhir Ciputra melihat sang ayah. Sembilan bulan kemudian, para tahanan kembali ke kampung. Namun, ayah Ciputra tidak pulang. Ia meninggal di penjara.
 
Ada kabar yang mengatakan ayah Ciputra sempat melompat ke lautan karena berpikir lebih baik mati daripada disiksa Jepang. Namun, ia diangkat kembali ke kapal dalam kondisi hidup.
 
"Saya ingat, Papa melambaikan tangan kepada saya di kapal, sementara saya memeluk Mama saya erat-erat supaya tidak dibawa serta. Untuk anak umur 12 tahun, hal itu membuat saya merasa sangat menderita," imbuh Ciputra.
 
Ciputra terpaksa tinggal di gubuk hingga harus berburu seminggu sekali demi mendapat asupan protein. Namun, masalah pendidikan tak pernah dia tinggalkan. Dia tetap getol 'memakan' bangku pendidikan.
 
Dia tetap semangat bersekolah hingga lulus kuliah arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Tamat kuliah, Ciputra pindah ke Jakarta. Di Ibu Kota, dia sukses membangun kerajaan bisnisnya.
 
Sang pelopor perumahan elite Indonesia ini mengaku memulai usahanya tanpa modal alias hanya mengandalkan kredit ke bank-bank. Berkali-kali Ciputra menemui Gubernur DKI Jakarta Soemarno dan menawarkan konsep real estate untuk membangun Kota Jakarta.
 
"Saya minta kredit ke Gubernur DKI dan saya datangi berkali-kali lalu saya pinjam Rp7 miliar," katanya, dalam CEO Forum di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis 28 September 2017.
 
Dalam meminjam modal dan menarik investor, Ciputra mengaku menawarkan kejujuran. Modal yang digunakan untuk membangun proyek tidak akan digunakannya guna mengerjakan pekerjaan lainnya.
 
Kegigihan Ciputra membuahkan hasil. Dia menyulap rawa-rawa di Jakarta Utara menjadi pusat rekreasi berkelas, Taman Impian Jaya Ancol. Wajah Ancol yang tadinya sepi, hanya diisi kriminal, menjadi bersinar.
 
Menurut pria dengan nama asli Tjie Tjin Hoan ini, integritas menjadi salah satu kunci sukses berwirausaha. Konsep itu diterapkannya kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan Ciputra Group.
 
Hingga kini Ciputra mengeklaim belum ada jajaran direksi maupun manajer yang terjerat praktik korupsi. Sementara itu, pihaknya tengah menggarap 130 proyek properti di dalam dan luar negeri.
 
Selain memegang teguh integritas, Ciputra juga menerapkan gaya hidup sederhana. Dia berjanji tak akan menggunakan merek mewah semacam Mercedes-Benz sebagai kendaraan pribadi.
 
"Tapi pakai Toyota, kecuali manajer saya pakai Mercedes ya saya pakai," tukas dia.
 
Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ciputra menduduki peringkat ke-27 dengan total kekayaan US$ 950 juta atau Rp13,3 triliun.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif