Direktur Eksekutif Indobarometer, Muhammad Qodari. Foto: Medcom.id/Cindy
Direktur Eksekutif Indobarometer, Muhammad Qodari. Foto: Medcom.id/Cindy

Jeda Pengumuman dan Pelantikan Presiden Memicu Konflik

Nasional pemilu serentak 2019
Cindy • 12 Oktober 2019 12:41
Jakarta: Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menyoal jeda antara pengumuman pemenang pemilihan umum 2019 dan pelantikan. Sebab jarak waktu selama tiga bulan ini dianggap menimbulkan masalah.
 
"Selama tiga bulan itu, orang berkelahi terus di media sosial seolah-olah pemilunya belum selesai," ujar Qodari di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Oktober 2019.
 
Menurut dia, jarak waktu tiga bulan merupakan konsekuensi pemilu serentak yang pertama dilakukan di 2019. Sebab pada 2014, jeda hanya terpaut dua bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akibatnya, jangka waktu tiga bulan diisi hal sia-sia. Pemilu yang sudah usai masih diwarnai nyinyir berkelanjutan, utamanya di media sosial.
 
"Kita masuk ke era baru, alam pikiran, opini publik serta dinamika politik sangat dipengaruhi media sosial itu," kata Qodari.
 
Kritik ini disampaikan agar ke depan tak terjadi jeda terlalu lama dari penetapan hingga pelantikan. Qodari menyebut saat ini waktunya Presiden menyusun kabinet dan masyarakat bisa melihat komitmen Jokowi.
 
"Bagaimana, siapa yang dipilih, itu adalah separuh perjalanan Indonesia ke depan akan lebih baik atau buruk," kata dia.
 
Adapunjarak waktu penetapan presiden-wakil presiden terpilih dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 30 Juni 2019. Sementara untuk pelantikan yakni pada 20 Oktober 2019 nanti.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif