Kehadiran Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) diharapkan mampu memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa. (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Kehadiran Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) diharapkan mampu memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa. (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Pancasila Sila Kedua Akui HAM

Nasional BPIP
Anggi Tondi Martaon • 11 Desember 2019 12:23
Jakarta: Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Ternyata, jauh sebelum Hari HAM Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Indonesia sudah lebih dahulu menjaga HAM.
 
"Hari HAM itu perumusannya pada 1948 oleh PBB. Kalau kita, sudah lebih dulu pada 1945, termaktub dalam sila kedua Pancasila yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," kata Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), dalam diskusi Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia Maju, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Mantan Wakil Presiden RI itu menegaskan Indonesia harus mampu menjaga HAM. Sebab, HAM dianggap sebagai mahkota setiap manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pada kenyataanya penegakan HAM dan pengamalan Pancasila sila kedua masih belum sepenuhnya dilakukan. Masih banyak terjadi kasus pelanggaran HAM.
 
"Pada kenyataanya, ada saja orang yang dibunuh, dimutilasi, dirampok. Ada apa itu?" ucap Try Sutrisno.
 
Dia berharap BPIP mampu menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila sehingga mampu mewujudkan semua nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
 
"Diskusi kita mampu menggali, betul-betul menjaga apa itu Pancasila yang diharapkan oleh pendiri bangsa," ujar dia.
 
Pancasila Sila Kedua Akui HAM
Dalam rangka memeringati Hari HAM Sedunia, BPIP menyelenggarakan diskusi bertajuk Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia Maju, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
 

Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak semata penegakan HAM.
 
"Setiap hari kehidupan kita seharusnya berkaitan dengan Pancasila," kata Doli.
 
Doli menyinggung perjalanan bangsa yang sempat melupakan Pancasila, terlebih pada masa pasca reformasi.
 
"Baru pada 2006, mulai membicarakan Pancasila. Pada saat pidato (mantan presiden) SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada 1 Juli 2006," katanya.
 
Momentum tersebut diperkuat setelah BPIP dibentuk pada 2018. Doli berharap, kehadiran BPIP mampu memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa.
 
"Diskusi yang dilakukan oleh BPIP ini harus kita dukung. Kita beruntung punya lembaga seperti BPIP," ujar dia.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif