medcom.id, Jakarta: Kegiatan ibadah natal di Gereja Kristus Yesus (GKY), Pluit, Jakarta Utara berlangsung aman. Tidak ada ancaman yang diterima Gereja saat merayakan natal.
"Enggak ada. Bagus sekali. Semua sudah mengerti," kata Kepala Pengamanan Internal GKY Pluit Eddyanto, di GKY Pluit, Jalan Pluit Permai Dalam, Jakarta Utara, Minggu (25/12/2016).
Eddy mengatakan pengamanan di GKY Pluit tak ada yang istimewa kendati salah satu jemaahnya --Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-- merupakan tokoh publik. Pengamanan, kata Eddy, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tidak mengerahkan banyak personel. Dari Pamdal ada 20 orang, kita diperbantukan dari K-9, sekitar lima orang, dan kita koordinasi sama polsek, polres, dan polda setiap tahunnya," kata Eddy.
Meski tak ada yang berbeda, Eddy menambahkan, memang dari setiap personel bantuan maupun pengamanan intermal lebih disiagakan selama kegiatan ibadah. Hal itu dilakukan untuk menekan potensi ancaman-ancaman yang bisa saja terjadi.
"Kami tidak mau kecolongan seperti kejadian di Bandung jemaat KKR itu. Nanti mungkin nanti ada pihak yang mau bagaimana begitu. Intinya sama saja sih," jelas Eddy.
medcom.id, Jakarta: Kegiatan ibadah natal di Gereja Kristus Yesus (GKY), Pluit, Jakarta Utara berlangsung aman. Tidak ada ancaman yang diterima Gereja saat merayakan natal.
"Enggak ada. Bagus sekali. Semua sudah mengerti," kata Kepala Pengamanan Internal GKY Pluit Eddyanto, di GKY Pluit, Jalan Pluit Permai Dalam, Jakarta Utara, Minggu (25/12/2016).
Eddy mengatakan pengamanan di GKY Pluit tak ada yang istimewa kendati salah satu jemaahnya --Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-- merupakan tokoh publik. Pengamanan, kata Eddy, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tidak mengerahkan banyak personel. Dari Pamdal ada 20 orang, kita diperbantukan dari K-9, sekitar lima orang, dan kita koordinasi sama polsek, polres, dan polda setiap tahunnya," kata Eddy.
Meski tak ada yang berbeda, Eddy menambahkan, memang dari setiap personel bantuan maupun pengamanan intermal lebih disiagakan selama kegiatan ibadah. Hal itu dilakukan untuk menekan potensi ancaman-ancaman yang bisa saja terjadi.
"Kami tidak mau kecolongan seperti kejadian di Bandung jemaat KKR itu. Nanti mungkin nanti ada pihak yang mau bagaimana begitu. Intinya sama saja sih," jelas Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)