UKDW juga melatih mahasiswanya untuk menjadi wirausaha handal dalam segala bidang, bahkan kedokteran (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
UKDW juga melatih mahasiswanya untuk menjadi wirausaha handal dalam segala bidang, bahkan kedokteran (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)

UKDW, Kampus Berjulukan 'Indonesia Mini' di Yogyakarta

Pelangi Karismakristi • 31 Januari 2017 14:22
medcom.id, Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Pelajar, karena terdapat banyak institusi pendidikan formal di sana. Mulai dari sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Hadirnya berbagai universitas di Yogyakarta mengundang jutaan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia datang menimba ilmu.
 
Kehadiran pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia itu membuat Yogyakarta semakin heterogen. Mereka datang dari tempat, suku, agama dan ras berbeda, namun tetap saling menghargai satu sama lain.
 
Seperti halnya Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Saat pertama kali Metrotvnews.com menginjakkan kaki di UKDW dan berkesempatan mengelilingi kampus, pemandangan yang terlihat adalah para mahasiswa yang berbaur untuk sekadar mengobrol atau berdiskusi. Mereka terlihat tidak terganggu perbedaan suku dan ras. Ini adalah pemandangan yang indah, sebuah harmonisasi di antara perbedaan yang terjalin pada kampus Kristiani.

Rektor UKDW Henry Feriadi mengatakan, kampus yang dipimpinnya memang terkenal akan keberagaman. Di sana, para mahasiswa datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, terdapat pula yang berasal dari Timor Leste.
 
"Nanti bisa lihat banyak yang dari Papua, Timor Leste, yang pakai hijab pun ada. UKDW ini dikenal sebagai 'Indonesia mini.' Jadi, para mahasiswa akan mempunyai teman dari hampir seluruh pelosok Indonesia, ada juga yang datang dari Timor Leste. Inilah salah satu nilai lebih berkuliah di UKDW. Mahasiswa akan mendapati adanya sosial budaya yang begitu beragam dan akan menemukan kebhinnekaan Indonesia di kampus kami tercinta," ujar Henry, saat ditemui Metrotvnews.com di Ruang Rektor UKDW, Jalan DR. Wahidin Sudiro Husodo, Nomor 5-25, Yogyakarta.
 
Meskipun UKDW didirikan oleh gereja, diakui Henry, institusi ini sangat menghargai perbedaan baik agama, suku, ras, bahkan latar belakang ekonomi. Menurutnya, selama 25 tahun mengabdi pada universitas yang diresmikan pada tahun 1985 ini, tak pernah ada konflik yang dipicu oleh perbedaan.
 
"Kami selalu mengedepankan cara belajar dialog terbuka dan saling mengerti satu sama lain. Sebab, salah satu kunci keberhasilan adalah orang yang bisa menghargai kebhinnekaan. Bahkan, kami punya beberapa program tentang keberagaman. Kami bekerja sama juga dengan beberapa kampus Islam dan Katolik di Yogyakarta," kata Rektor UKDW, menekankan.
 
UKDW, Kampus Berjulukan Indonesia Mini di Yogyakarta
(Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
 
Hal tersebut diamini oleh mahasiswi berprestasi Serafhina Saputro. Sera yang kini duduk di bangku semester 7 Fakultas Bisnis itu menuturkan, UKDW kaya kemajemukan.
 
"Selama ini, saya dan teman-teman baik-baik saja, tidak pernah ada konflik. Bahkan ada teman saya muslim, dia dulu tidak pakai hijab, lalu dia berhijab (saat kuliah di UKDW). Dia baik-baik saja dan tidak ada deskriminasi," ujar perempuan berparas ayu yang baru saja memenangkan Puteri Indonesia DIY dan akan maju pada ajang Puteri Indonesia tingkat nasional, Maret 2017.
 

Selayang Pandang UKDW
 
UKDW dahulu adalah lembaga pendidikan yang dikhusukan untuk menyiapkan pendeta bagi jemaat Kristiani di Yogyakarta. Seiring perkembangan, pada tahun 1985, UKDW diresmikan dan hingga kini masih berdiri kokoh.
 
Rektor UKDW Henry Feriadi memaparkan bahwa perguruan tinggi yang dinaunginya ini memiliki tiga keunggulan, baik dari sisi akademis maupun lainnya. Pada segi akademis, UKDW telah terakreditasi baik, baik sekali atau unggul. Selain itu, UKDW juga melatih mahasiswanya untuk menjadi wirausaha handal dalam segala bidang, bahkan kedokteran sekalipun.
 
"Ketiga, kami menekankan mahasiswa pada karakter. Jadi di sini mereka tah hanya mengalami perubahan intelektual saja, namun juga karakter mereka jadi terbentuk," kata pria yang memiliki latar belakang ilmu arsitek ini.
 
UKDW, Kampus Berjulukan Indonesia Mini di Yogyakarta
Rektor UKDW Henry Feriadi (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
 

UKDW memiliki tujuh fakultas, yaitu Theologi, Teknologi Informasi, Arsitektur & Desain, Bisnis, Bioteknologi, Kedokteran, Pendidikan Bahasa Inggris, serta program pascasarjana dan doktoral untuk Theologi.
 
"Biasanya yang paling banyak diminati itu Theologi, kami dari jenjang S1 sampai S3 sudah terakreditasi A. Kita unggul dari segi arsitektur dan desain produk, lalu teknologi informasi. Nah, kebetulan salah satu alumni TI kami sekarang sudah menjadi Founder salah satu perusahaan startup Sale Stock. Kemudian, prodi yang paling diminati akhir-akhir ini adalah fakultas kedokteraan. Di sini (UKDW) fakultas kedokterannya termasuk yang terbaik," jelas Rektor.
 
Soal fasilitas pun tak usah diragukan lagi. UKDW menyediakan beragam fasilitas guna mendukung aktivitas belajar mengajar. Sebut saja, perpustakaan, lab komputer, ruang kuliah, gedung modern, auditorium, lab kedokteran, lab arsitektur dan desain, dan lainnya.
 
"Kami juga punya fasilitas lain di luar kampus, seperti dormitory dan convention center. Kami juga menyediakan bus yang siap mengantar mahasiswa dari dormitory ke kampus. Kami juga punya studio lapangan bagi mahasiswa fakultas bioteknologi," ujar pria berkacamata ini.
 
Selama berpuluh-puluh tahun UKDW berdiri, telah banyak prestasi diraih, baik berskala nasional maupun internasional. Pada bidang akademik, UKDW mencetak prestasi kompetisi programming, sistem informasi maupun kompetisi video tingkat Asia. Dari sisi kesenian, UKDW berhasil menjuarai kompetisi paduan suara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Medan dan meraih dua medali emas. Sementara, pada bidang olahraga, mahasiswa UKDW berhasil mendapatkan medali emas pada kejuaraan taekwondo di Jepang.
 
"Nah, yang baru-baru ini, mahasiswi kami juga memenangkan ajang Putri Indonesia DIY dan akan maju ke tingkat nasional, Maret 2017. Dia tidak hanya akan mengemban misi berkompetisi dari segi kecantikan saja, tapi juga ikut memperkenalkan batik dan Yogyakarta yang istimewa sebagai bagian dari Indonesia. Itulah contoh konkret mahasiswa kami yang berprestasi," ujar Henry.
 
UKDW, Kampus Berjulukan Indonesia Mini di Yogyakarta
(Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
 
Salah satu mahasiswa, Kevin Giovanni, mengatakan bahwa berkuliah di UKDW merupakan suatu kebanggaan karena UKDW salah satu universitas terbaik di Yogyakarta. Di sana, dia tidak hanya belajar teori saja, namun juga praktik.
 
"Di sini kami juga ada kelas tutorial jadi kami bisa belajar lebih intensif. Karena kami hanya belajar kelompok dengan dibimbing asdos, asyik pokoknya. Saya juga bergabung di BEM serta menjadi volunteer di kehumasan. Di sana, saya bisa belajar untuk bagaimana menempatkan diri, bagaimana menghargai orang, berorganisasi dan lainnya. Kebetulan saya juga pernah mengikuti program internasional ke Korea, itu pengalaman sangat luar biasa," kata mahasiswa semester 4 Fakuktas Teknologi Informasi ini.
 
Guna lebih memperluas jangkauan dan memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk meraih pendidikan, UKDW bergabung dengan Online Scholarship Competition (OSC) 2016 Metrotvnews.com untuk memperoleh bibit unggul calon mahasiswa. Sebanyak 20 calon mahasiswa yang lolos OSC akan mengenyam pendidikan tingginya di UKDW.
 
"Kami melihat program ini (OSC) baik, kita tahu Indonesia itu membutuhkan rasio anak muda. Dan saya melihat bahwa Metrotvnews.com memiliki jangkauan luas di seluruh Indonesia. Kami harap program kerjasama ini akan terus berlangsung agar dampaknya bisa kita lihat," tutur Henry.
 
Rektor UKDW pun menyambut gembira dengan terpilihnya 20 calon mahasiswa UKDW yang tersaring dari kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia tersebut. Dia berharap para mahasiswa nantinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan bisa berkuliah dengan baik.
 
"Sebanyak 20 siswa angkatan pertama ini saya harapkan bisa menjadi contoh yang baik. Kita ingin mereka tidak hanya belajar, tapi juga mengalami transformasi kehidupan dan akhirnya memberikan kontribusi positif, tidak hanya untuk UKDW dan daerah asalnya saja, tapi juga Indonesia," ujar pria berbatik biru ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>