KSPI Desak Jokowi Turunkan Harga Kebutuhan
Massa aksi May Day. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menurunkan harga kebutuhan pokok. Jokowi juga diminta memperkuat ketahanan energi dan pangan.

"Pertama, turunkan harga beras, listrik, BBM," kata Presiden KSPI Said Iqbal memimpin orasi di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2018.

Said Iqbal membandingkan perbedaan harga beras di Indonesia yang jauh lebih mahal dari Vietnam. Sementara itu, upah buruh di Indonesia lebih kecil dibandingkan upah buruh di Vietnam.


"Berapa harga beras di Indonesia? Rp11 ribu sampai Rp12 ribu. Upahnya lebih rendah, harga beras tiga kali lipat harga beras di Vietnam. Enggak adil. Tidak masuk akal, upah lebih tinggi, tapi Indonesia justru beli beras tiga kali lipat dari Vietnam," tegas Said Aqil.

Baca: Massa Buruh Bergerak ke Istana

Tak hanya itu, menurut Said, harga listrik di Indonesia juga tidak berpihak kepada rakyat. Bahkan, harga listrik bisa naik tiga kali dalam jangka beberapa bulan.

"Listrik naik tiap tiga bulan. Katakan satu tahun bisa naik, upahnya tapi enggak naik. Para pejabat hidup mewah orang kaya ada 10 di Indonesia mengalami kekayaan ratusan triliun tapi buruh makin menurun," jelas dia.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id