Sosok perempuan mengaku anak Jenderal TNI AD memaki ibunda Arteria Dahlan. Instagram @ahmadsahroni88.
Sosok perempuan mengaku anak Jenderal TNI AD memaki ibunda Arteria Dahlan. Instagram @ahmadsahroni88.

Tanggapan Andika Perkasa Hingga DPR soal Ibu Arteria Dahlan Dimaki 'Anak Jenderal'

Nasional media sosial TNI AD bandara soetta DPR RI Andika Perkasa Arteria Dahlan Ibu Arteria Dahlan Dimaki Memaki
Cindy • 23 November 2021 09:49
Jakarta: Sejumlah pejabat turut menanggapi video viral Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan yang terlibat keributan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Video pertama kali diunggah Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni lewat Instagram pribadinya, @ahmadsahroni88. 
 
Sahroni menyebut ibunda Arteria Dahlan dimaki oleh seorang wanita muda mengaku anak jenderal bintang tiga TNI Angkatan Darat (AD). Di akhir video pun terlihat wanita muda tersebut dijemput mobil dinas TNI AD. 
 
"Pantas kah wanita yang di video seperti itu kepada seorang ibu kita? Wanite tersebut pakai mobil dinas TNI warna hijau, apakah benar wanita itu istri dari seorang pejabat TNI AD?," tulis Sahroni dikutip dari Instagram pribadinya @ahmadsahroni88, Senin, 22 November 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Video itu pun mendapat respon beragam dari sejumlah pejabat negara. Berikut rangkumannya: 

1. Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dok. Istimewa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dok. Istimewa.
 
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus yang melibatkan anggota DPR dan seorang wanita yang mengaku anak jenderal TNI itu. Andika menyebut bila terdapat dugaan tindak pidana yang dilakukan anggota TNI, maka akan diproses ke peradilan militer. 
 
"Bila pihak yang diduga melakukan tindak pidana bukan anggota TNI, maka akan diproses di peradilan umum," tegas Andika. 
 
Baca: Heboh, ini 5 Fakta Ibu Arteria Dahlan Dimaki Wanita Ngaku Anak Jenderal

2. Ketua DPRD DKI Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi membenarkan telah dihubungi pihak perempuan yang berselisih dengan ibunda Arteria Dahlan. Perempuan yang mengaku anak jenderal itu menghubunginya karena ia rekan satu partai dengan Arteria. 
 
"Karena mengetahui di partai yang sama jadinya menelepon. Spontan saya menengahi kedua belah pihak, karena ini sama-sama teman nih," kata Prasetyo. 
 
Usai menerima telepon dari perempuan tersebut, dia langsung menghubungi Arteria. Prasetyo mengaku tidak membela salah satu pihak dan berharap masalah diselesaikan secara kekeluargaan. 
 
"Saya berharap tuntas dengan baik lah. Harus dibicarakan dengan baik dan bisa saling memaafkan," ujar dia. 

3. Anggota Komisi I DPR

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengungkapkan sosok wanita yang memaki ibunda Arteria Dahlan. Hasanuddin menyebut wanita yang mengaku anak jenderal bintang tiga itu tampak didampingi pria berpangkat brigjen dalam video viral. 
 
"Dari informasi yang kami dapat, ternyata perempuan itu bersama pria berpangkat brigjen. Terkait hubungan keduanya masih kami telusuri," kata dia. 
 
Sementara itu, mobil dinas militer bernomor 75194-03 yang ditumpangi sang wanita bersama pria yang mendampinginya itu merupakan kendaraan dinas milik Kodam Jayakarta. Kendaraan itu digunakan seorang Brigjen TNI. 
 
"Yang kini telah pindah tugas ke BIN (Badan Intelijen Negara). Saat ini kasusnya sedang diivestigasi oleh pejabat berwenang dalam hal ini Polisi Militer," tutur Hasanuddin. 
 
Baca: Ibu Arteria Dimaki, Sahroni Ingatkan Semua Pihak Tak Arogan 

4. Wakil Ketua Komisi III DPR

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto : Medcom.id
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto : Medcom.id.
 
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menuturkan perbuatan wanita yang memaki ibunda Arteria Dahlan tidak dapat diterima. Menurutnya, sebagai keluarga TNI seharusnya dapat menjaga nama baik institusi dan tak bersikap arogan. 
 
"Bisa dilihat di video baik saudara saya Arteria maupun ibunya sama-sama berusaha menjaga kondusivitas suasana dengan tidak balik berteriak-teriak. Apalagi membawa-bawa nama institusi seperti yang dilakukan oleh perempuan tersebut," kata Sahroni. 
 
"Kalau memang benar keluarga TNI, harusnya dia bisa menjaga nama baik institusi dan emosi, bukannya malah petantang-petenteng di balik itu," sambung dia.
 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif