Nisfu Syaban (Foto: Pexels)
Nisfu Syaban (Foto: Pexels)

Jadwal Malam Nisfu Syaban 1447 H, Tanggal Berapa dalam Kalender Masehi?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 31 Januari 2026 10:58
Ringkasnya gini..
  • Nisfu Syaban merupakan salah satu momen istimewa yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
  • Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya terjadi pada malam 15 Syaban.
  • Menghidupkan malam Nisfu Syaban merupakan bentuk persiapan spiritual menuju bulan suci Ramadan.
Jakarta: Nisfu Syaban merupakan salah satu momen istimewa yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Dikenal sebagai malam pertengahan bulan Syaban, waktu ini diyakini sebagai malam yang penuh rahmat, di mana Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya.
 
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah memberikan ampun pada seluruh makhluk pada malam tersebut, kecuali orang yang musyrik dan yang bermusuhan.
 
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, At Thabrani, dan disahihkan Al Albani)

Kata “Nisfu” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti pertengahan atau separuh. Jadi, malam ini merupakan pertengahan dari bulan Syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan Islam, sekaligus menjadi "pintu gerbang" menuju bulan suci Ramadan.
 
Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan pada kalender Hijriyah, bulan ini berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sebagai bentuk persiapan rohani menyambut Ramadan.

Kapan Nisfu Syaban?

Dilansir pada laman resmi Basnaz, berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia, Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya terjadi pada malam 15 Syaban. Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada hari Selasa, 3 Februari 2026 M.
 
Dapat disimpulkan bahwa malam Nisfu Syaban akan dimulai pada hari Senin, 2 Februari 2026 malam hari atau setelah matahari terbenam. 
 
Menghidupkan malam Nisfu Syaban merupakan bentuk persiapan spiritual menuju bulan suci Ramadan. Selama aktivitas yang dilakukan tidak keluar dari akidah dan syariat, momen ini adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
 
Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan berharga ini dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Persiapkan diri dengan baik, luruskan niat, dan berharaplah hanya kepada Allah SWT.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan