Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Intan Adhi Perdana Putri. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Intan Adhi Perdana Putri. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

Banjir Dianggap Lumrah di Jambi

Nasional jambi
Ilham Pratama Putra • 27 Desember 2018 14:50
Jakarta: Warga Jambi menganggap banjir yang kerap terjadi hal biasa. Bukan berupaya mendorong mengatasi bencana, warga justru membuat transportasi air seperti sampan dan perahu.
 
Hal itu terlihat dari hasil penelitian yang dilakukan Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Intan Adhi Perdana Putri  terhadap penduduk Provinsi Jambi.
 
"Secara umum penduduk Jambi sudah terbiasa dengan banjir. Bahkan mereka menyiapkan transportasi air seperti perahu dan sampan di rumahnya," kata Intan di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Lihat: Banjir di Jambi Meluas

Dia juga mengatakan, masyarakat mengaku senang jika ada banjir dalam jangka waktu panjang. Sebab, banjir membuka mata pencarian alternatif.
 
"Ketika banjir, mereka bisa menangkap ikan batok, sepat, gabus, dan lainnya. Banjir makin lama, mereka makin senang. Ikannya besar-besar katanya," ungkap Intan.
 
Padahal, kata Intan, hal itu tidak sebanding dengan kerugian yang diterima masyarakat. Dia mencontohkan banjir 2017 di Jambi yang menyebabkan kerugian sebanyak Rp113,8 miliar.
 
Intan berharap pemerintah daerah mendorong kepedulian penduduk terhadap bencana banjir. "Sebab, mereka tidak akan siap jika sewaktu waktu datang banjir besar yang tak terduga. Pemerintah sudah seharusnya melakukan upaya seperti perbaikan tanggul penahan banjir," kata Intan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi