LPSK Sesalkan Peristiwa Berdarah di Nduga
Ilustrasi penembakan pekerja di Jalan Trans Papua. Foto: Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sangat menyesalkan terjadinya pembunuhan puluhan pekerja jalan Trans Papua di Nduga beberapa hari lalu. Terlebih korban yang jatuh merupakan warga sipil yang tidak bersenjata.

"Ini tentu sangat disesali, apalagi korbannya cukup banyak", ujar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

LPSK mendukung aparat keamanan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku dalam mengejar para pelaku. Diharapkan para pelaku bisa dibawa ke peradilan.


"Sehingga, selain untuk rasa keadilan bagi keluarga korban, juga bisa terungkap dengan jelas jaringan pelaku," harap Edwin.

Pihaknya juga mendukung aparat penegak hukum jika nantinya kasus ini masuk ke dalam sistem peradilan pidana. Dukungan tersebut sesuai dengan kewenangan LPSK, yakni perlindungan bagi saksi. Terutama jika memang ada saksi potensial membantu pengungkapan kasus.

"Apalagi yang dihadapi merupakan jaringan bersenjata, tentunya potensi ancaman terhadap saksi kasus ini juga besar", ujar Edwin.

Terkait keluarga korban, LPSK nantinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan status kasus maupun keluarga korban.

"Hingga didapat pula keterangan siapa saja yang menjadi korban dan apa kebutuhan keluarga korban. Mereka tentunya harus dipulihkan karena trauma akibat peristiwa ini akan mendalam", jelas Edwin.

LPSK juga berharap peristiwa seperti ini tidak terulang. Terutama yang korbannya adalah warga sipil yang tidak tahu apa-apa.

"Semua pihak harus bisa menahan diri dan mengindari jatuhnya korban yang tidak tahu apa-apa. Kami berharap ini menjadi kejadian terakhir," kata dia.



(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id