Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Anggaran Minim Ganggu Pencapaian Penanganan Bencana

Nasional Dana Bencana
29 Desember 2018 11:54
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut minimnya anggaran berpengaruh pada pencapaian pemerintah dalam hal penanganan bencana. Intensitas bencana yang meningkat tak sebanding dengan ketersediaan anggaran.
 
"Apalagi terjadi bencana geologi cukup besar seperti gempa beruntun di NTB, likuefaksi, tsunami Sulawesi Tengah, bahkan tsunami yang dibangkitkan dari longsoran bawah laut menyebabkan kerugian ekonomi sedemikian besar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui sambungan dalam Metro Pagi Primetime, Sabtu, 29 Desember 2018.
 
Sutopo mengatakan BNPB memiliki dua pos anggaran setiap tahun berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahunan dan dana cadangan penanggulangan bencana atau dana siap pakai. Kendati demikian, dana tersebut mengalami penurunan sejak empat tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sutopo, pos anggaran DIPA BNPB sempat hampir menyentuh angka Rp1,2 triliun namun terus menurun. Bahkan anggaran kebencanaan 2018 hanya sekitar Rp610 miliar untuk satu tahun dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia.
 
Meski menurun, pos anggaran untuk dana siap pakai cenderung meningkat. Ia menyebut Kementerian Keuangan terus menyuntikkan dana tambahan demi memenuhi penanganan darurat di seluruh Indonesia.
 
"Awalnya hanya Rp4 triliun kemudian bertambah menjadi Rp5 triliun dan tahun ini menjadi Rp6,44 triliun. 2019 perkiraan dana siap pakai hanya Rp5 triliun tapi dibandingkan penanganan darurat masih sangat jauh dari memadai," kata dia.
 
Sutopo mengungkapkan kesulitan yang dihadapi BNPB karena minimnya anggaran berkaitan dengan pencegahan termasuk kesiapsiagaan mengantisipasi potensi bencana. Sistem peringatan dini, sosialisasi kebencanaan, sampai dengan dukungan logistik peralatan untuk operasional juga terganggu.
 
BNPB, kata Sutopo, tidak bisa menggunakan dana darurat dalam hal pencegahan sebab akan berdampak pada penanganan pascabencana. Misalnya membangun kembali permukiman termasuk infrastruktur ekonomi produktif lainnya.
 
"Apalagi kalau lihat di daerah lebih memprihatinkan karena sangat kecil sekali ditambah mengalami penurunan. Menghadapi tahun politik seperti saat ini anggaran semakin dipoting padahal dana itu berguna juga untuk peralatan mitigasi dan sistem peringatan dini bencana," ungkapnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif