Duta Besar RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur. Dok.
Duta Besar RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur. Dok.

Ethiopia Tertarik Menjalin Kerja Sama Dengan Indonesia

Nasional kehutanan
Cindy • 10 Mei 2019 06:30
Jakarta: Sejumlah lembaga atau institusi di Ethiopia tertarik melakukan kerja sama di bidang kehutanan dengan Indonesia. Alasannya, Indonesia dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan hutan.
 
"Dalam pertemuan dengan pimpinan Universitas Bahir Dar beberapa waktu lalu, disampaikan kepada saya bahwa Universitas tersebut sangat tertarik melakukan kerjasama dibidang kehutanan dengan Indonesia," kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur lewat keterangan tertulis, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Meski begitu, menurut Al Busyra, Ethiopia masih memiliki jumlah tenaga ahli dan anggaran pemerintah yang lebih sedikit dibanding Indonesia. Mengingat Ethiopia adalah Least Developing Country (LDC) dan Kementerian Kehutanannya baru terbentuk tahun 2013.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun, para peneliti kehutanan di Ethiopia sangat produktif, tulisannya banyak dimuat di jurnal internasional terutama di Eropa dan Amerika," ujar Al Busyra.
 
Peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR) Indonesia, Stibniati Atmadja membandingkan hutan Indonesia dengan Ethiopia. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan hutan yang berpotensi besar untuk diteliti, sementara luas hutan Ethiopia sedikit serta kering.
 
"Banyak hal soal tata kelola hutan dan pembangunan sektor kehutanan Indonesia yang bisa menjadi pelajaran bagi Ethiopia," ucap Nia.
 
Indonesia dinilai memiliki pengalaman dalam tata kelola dan pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan rakyat serta memiliki standar nasional terhadap produk-produk kehutanan. Hanya saja peneliti kehutanan Indonesia masih kurang produktif dalam kajian ilmiah seperti peneliti Ethiopia.
 
"Peneliti kehutanan Indonesia bisa terpacu untuk lebih produktif dalam melahirkan tulisan-tulisan dan kajian ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal-jurnal terkemuka internasional, seperti peneliti Ethiopia," ujar Nia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif