medcom.id, Cibitung: Pejabat PT. Sucofindo tutup mulut soal hasil uji beras plastik. Keterangan dari Sucofindo sangat penting karena hasil ujinya soal beras plastik berbeda dengan Polri BPOM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.
Metrotvnews.com mendatangi kantor PT. Sucofindo yang terletak di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Alih-alih ingin mendapatkan jawaban penjelasan atas perbedaan hasil uji coba beras plastik, pihak Sucofindo malah enggan buka-bukaan.
Salah seorang staf Humas mengatakan pejabat teras di Sucofindo kembali mendalami kasus beras plastik. "Atasan lagi konsolidasi," jawab staf yang tak ingin dikutip namanya kepada Metrotvnews.com di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2015).
Secara eksplisit, dia menerangkan posisi Sucofindo sebagai salah satu perusahaan plat merah menjadi sulit. Entah takut dicap tak kredibel atau ada hal lain, yang jelas mereka hanya menunggu hasil konsolidasi itu. "Ditunggu saja hasil konsolidasinya," lanjutnya.
Staf itu juga tidak menanggapi permintaan Istana agar Sucofindo mengklarifikasi hasil uji laboratoriumnya. "Tunggu saja atasan yang bicara sesuai hasil konsolidasi," tutupnya.
Metrotvnews.com kemudian mendatangi Laboratorium Sucofindo di Cibitung. Pejabat di Laboratorium dan di Graha Sucofindo kompak menolak bicara soal beras.
"Semua informasi di pusat, kami enggak bisa ngomong," ujar salah seorang Analis Pangan yang tak ingin dikutip namanya.
Dia mengatakan dua petinggi Laboratorium Sucofindo dipanggil ke Graha Sucofindo sejak dua hari lalu untuk membicarakan soal beras plastik. "Bapak sudah dua hari di Jakarta, dipanggil," tutupnya.
Pada 21 Mei, Pemerintah Kota Bekasi mengungkapkan berdasarkan hasil uji Laboratorium Sucofindo, beras yang diduga dioplos dengan plastik positif mengandung senyawa plastik.
"Dari dua sampling 250 gram bahan yang dites di Sucofindo ditemukan karakteristik fisik yang identik. Kedua sampel dilihat menggunakan alat spectrum. Dalam beras ditemukan senyawa polyvinyl chloride, bahan baku pipa plastik," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Lima hari kemudian, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan beras plastik tidak ada berdasarkan hasil uji laboratorium Puslabfor Polri, BPOM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.
"Dari hasil pemeriksaan di Sucofindo positif. Tapi di Puslabfor, BPOM, dan laboratorium Kemendag dan Kementan, negatif. Tidak ada unsur plastik," kata Badrodin usai bertemu Presiden.
medcom.id, Cibitung: Pejabat PT. Sucofindo tutup mulut soal hasil uji beras plastik. Keterangan dari Sucofindo sangat penting karena hasil ujinya soal beras plastik berbeda dengan Polri BPOM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.
Metrotvnews.com mendatangi kantor PT. Sucofindo yang terletak di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Alih-alih ingin mendapatkan jawaban penjelasan atas perbedaan hasil uji coba beras plastik, pihak Sucofindo malah enggan buka-bukaan.
Salah seorang staf Humas mengatakan pejabat teras di Sucofindo kembali mendalami kasus beras plastik. "Atasan lagi konsolidasi," jawab staf yang tak ingin dikutip namanya kepada
Metrotvnews.com di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2015).
Secara eksplisit, dia menerangkan posisi Sucofindo sebagai salah satu perusahaan plat merah menjadi sulit. Entah takut dicap tak kredibel atau ada hal lain, yang jelas mereka hanya menunggu hasil konsolidasi itu. "Ditunggu saja hasil konsolidasinya," lanjutnya.
Staf itu juga tidak menanggapi permintaan Istana agar Sucofindo mengklarifikasi hasil uji laboratoriumnya. "Tunggu saja atasan yang bicara sesuai hasil konsolidasi," tutupnya.
Metrotvnews.com kemudian mendatangi Laboratorium Sucofindo di Cibitung. Pejabat di Laboratorium dan di Graha Sucofindo kompak menolak bicara soal beras.
"Semua informasi di pusat, kami enggak bisa ngomong," ujar salah seorang Analis Pangan yang tak ingin dikutip namanya.
Dia mengatakan dua petinggi Laboratorium Sucofindo dipanggil ke Graha Sucofindo sejak dua hari lalu untuk membicarakan soal beras plastik. "Bapak sudah dua hari di Jakarta, dipanggil," tutupnya.
Pada 21 Mei, Pemerintah Kota Bekasi mengungkapkan berdasarkan hasil uji Laboratorium Sucofindo, beras yang diduga dioplos dengan plastik positif mengandung senyawa plastik.
"Dari dua sampling 250 gram bahan yang dites di Sucofindo ditemukan karakteristik fisik yang identik. Kedua sampel dilihat menggunakan alat spectrum. Dalam beras ditemukan senyawa polyvinyl chloride, bahan baku pipa plastik," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Lima hari kemudian, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan beras plastik tidak ada berdasarkan hasil uji laboratorium Puslabfor Polri, BPOM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.
"Dari hasil pemeriksaan di Sucofindo positif. Tapi di Puslabfor, BPOM, dan laboratorium Kemendag dan Kementan, negatif. Tidak ada unsur plastik," kata Badrodin usai bertemu Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)