Waktu pelaksanaan puasa Syawal 2022 (Ilustrasi Unsplash)
Waktu pelaksanaan puasa Syawal 2022 (Ilustrasi Unsplash)

Kapan Mulai Puasa Syawal 2022? Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

Nasional puasa Ramadan 2022 Puasa Syawal Niat Puasa Syawal
Muhammad Syahrul Ramadhan • 04 Mei 2022 15:02
Jakarta: Umat muslim telah melalui bulan Ramadan dan kini memasuki bulan Syawal 1443 H. Di bulan ini terdapat amalan puasa sunnah atau dikenal dengan puasa Syawal yang pahalanya sama dengan puasa sepanjang tahun.
 
Keutamaan lainnya dari puasa Syawal adalah mendapat ganjaran 10 kali lipat. Hal ini dijelaskan dalam hadis Abu Ayyub yang berbunyi:
 
"Barang siapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas Idulfitri, berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat."
 
Hukum puasa syawal adalah sunnah bagi orang yang tidak memiliki tanggungan puasa wajib. Bagi yang memiliki hutang puasa Ramadan karena berhalangan seperti sakit, perjalanan jauh, atau haid hukumnya makruh.
 
Namun, puasa syawal hukumnya haram bagi seorang muslim dengan sengaja tanpa uzur apapun tidak melaksanakan puasa Ramadan. Karena itu, bagi yang memiliki tanggungan bisa menunaikan puasa wajibnya baru melaksanakan puasa Syawal.

Waktu pelaksanaan puasa Syawal 2022

Jumlah puasa yang dilaksanakan, biasanya enam hari. Waktu pelaksanaanya sehari setelah hari raya Idulfitri atau 1 Syawal.
 
Jika mengacu pada penetapan Kementerian Agama di mana 1 Syawal jatuh pada 2 Mei 2022, maka pelaksanaan puasa Syawal bisa mulai dilaksanakan pada 3 Mei hingga berakhirnya bulan Syawal 1443 H. Meski lebih baik dilaksanakan setelah 1 Syawal, puasa Syawal juga boleh dilakukan secara terpisah asal dilakukan di bulan Syawal.

Niat puasa syawal

Berikut bacaan niat puasa Syawal:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


niat puasa syawal
 
Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa
 
Artinya: Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala

3 Keutaman puasa syawal

1. Seperti melaksanakan puasa hingga akhir hayat
 
Hadis riwayat Sunan Ibnu Majah:
 
"Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, "Puasalah di Bulan Syawal." Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah).
 
2. Setara puasa setahun penuh
 
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idulfitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil).
 
3. Ganjaran 10 kali lipat
 
Hal ini dijelaskan dalam hadits Abu Ayyub yang berbunyi:
 
Barang siapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas 'Idulfitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat."
 
 
 
(RUL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif