Ilustrasi (Medcom.id)
Ilustrasi (Medcom.id)

Mulai Diberikan 12 Januari, Ini Beberapa Fakta Vaksin Booster

Nasional BPOM kemenkes covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Booster
Rendy Renuki H • 05 Januari 2022 10:35
Jakarta: Pemerintah akan memulai program pemberian vaksin booster yang akan disuntikkan pada 12 Januari 2022. Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga ini diperuntukkan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas.
 
Namun, di tengah persiapan pemberian vaksin booster, pemerintah masih menemui sejumlah kendala. Mulai dari menentukan jenis vaksin dan menentukan harga vaksinasi dosis ketiga tersebut.

Berikut beberapa fakta vaksin booster:

1. Belum ada harga resmi

Pemerintah belum menetapkan harga resmi vaksin booster. Saat ini, baru ada perkiraan harga yakni Rp300 ribu.
 
"Belum ada biaya resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Tarif yang beredar saat ini bukanlah tarif vaksinasi dalam negeri, melainkan tarif vaksinasi di luar negeri," kata juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Selasa 4 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk vaksinasi non-program pemerintah atau mandiri dapat dibiayai oleh perorangan atau badan usaha dan dilakukan di RS BUMN, RS Swasta, maupun klinik swasta.
 
Namun, pemerintah tetap memberikan vaksinasi gratis dalam program pemerintah bagi Lansia, peserta BPJS Kesehatan kelompok penerima bantuan iuran (PBI), dan kelompok rentan lainnya.

2. Jenis vaksin belum ditentukan 

Jenis atau merek vaksin booster pun belum ditentukan oleh pemerintah. Pemerintah masih menunggu konfirmasi dan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
 
Serta studi riset booster yang sedang berjalan sesuai persetujuan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
"Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinnya berbeda," tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
 
Saat ini, terdapat lima jenis vaksin yang sedang diproses registrasi sebagai calon vaksin booster oleh BPOM. Kelima vaksin tersebut adalah Pfizer, AstraZeneca, Sinovac (CoronaVac/vaksin PT Bio Farma), Zifivax, dan Sinopharm.

3. Sasaran penerima vaksin

Sebanyak 21 juta jiwa masyarakat masuk ke kelompok sasaran vaksinasi booster. Data Kemenkes, terdapat 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut.
 
Kabupaten/kota itu harus memenuhi kriteria 70 persen suntik dosis pertama vaksin Covid-19, dan 60 persen dosis kedua. Vaksinasi booster akan diberikan dengan interval suntikan di atas enam bulan sesudah dosis kedua diterima oleh peserta.
 
Namun, pemerintah akan memprioritaskan tenaga kesehatan, lansia, peserta PBI, dan kelompok komorbid dengan immunocompromised.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif