Peresmian pencanangan pembangunan Masjid Apung Ancol. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Peresmian pencanangan pembangunan Masjid Apung Ancol. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Ancol Gelontorkan Rp50 Miliar Bangun Masjid Apung

Nasional pemprov dki Taman Impian Jaya Ancol
Suci Sedya Utami • 10 November 2019 02:32
Jakarta: PT Pembangunan Jaya Ancol mengelontorkan anggaran pembangunan masjid terapung di kawasan wisata impian jaya Ancol sebanyak Rp50 miliar. Masjid ini akan menjadi masjid pertama yang berdiri di permukaan laut di Jakarta.
 
"Anggarannya dari Ancol semua, kurang lebih Rp50 miliar," kata Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali usai acara peresmian pencanangan tiang pertama pembangunan masjid apung di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 9 November 2019.
 
Pembangunan masjid di atas permukaan laut itu dipastikan tak akan mencemari laut. Limbah pembangunan tidak akan dibuang ke laut. Tak hanya itu, pihak Ancol akan membuat penampungan air hujan yang nantinya digunakan untuk menyiram tanaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masjid apung ini tidak akan menggunakan air conditioner (AC) atau pendingin ruangan. Sirkulasi udara mengandalkan angin dari alam. Tempat wudhu bahkan menggunakan sensor sehingga air yang keluar tidak berlebihan.
 
Teuku menyebut luas area masjid mencapai 2.000 meter persegi dan sanggup menampung 2.500 jemaah. Desain bangunan berbeda dari masjid kebanyakan karena berbentuk segi lima.
 
Menurutnya, hal ini mencerminkan rukun islam serta jumlah waktu salat wajib. Tinggi masjid mencapai 25 meter yang melambangkan 25 nabi. Di sisi luar masjid terdapat enam buah menara yang melambangkan rukun iman.
 
"Desain masjid Ancol ini mengambil unsur-unsur dari kapal seperti kapal pinisi. Kalau dilihat dari atas seperti bulan dan bintang. Di atasnya ada lampu, jadi nanti kalau landing (pesawat) dari arah timur ke arah barat dari pesawat akan kelihatan enam titik berlian yang jadi ikon Jakarta," ujar dia.
 
Pihak Ancol menargetkan pembangunan masjid apung Ancol rampung dan bisa digunakan di akhir tahun depan. "Diharapkan Desember 2020 sudah bisa dikunjungi masyarakat," kata Teuku.

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif