Penembakan. Ilustrasi: Medcom.id.
Penembakan. Ilustrasi: Medcom.id.

Kapten Maling Motor di Senen Tewas Didor

Nasional pencurian
Siti Yona Hukmana • 26 Agustus 2019 19:10
Jakarta: AB, 28, pencuri sepeda motor di Jalan Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, ditembak mati. Polisi melepas timah panas karena AB melawan saat ditangkap.
 
"Tersangka AB membawa pistol, dia sempat mengeluarkan dari badannya mau melawan ke penyidik. Belum sempat mengeluarkan peluru, sudah dilakukan tindakan tegas mengenai dada sehingga meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin, 26 Agustus 2019.
 
Menurut dia, AB sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, pelaku meninggal dalam perjalanan karena kehabisan darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Argo menjelaskan AB biasa beraksi bersama rekannya, DD, 22; AT, 25; dan AR, 19. Keempat pelaku berasal dari Lampung Timur.
 
"AB ini berperan sebagai kapten, membagi hasil pelaksanaan kegiatan kepada tiga tersangka lainnya yang ditugaskan sebagai pengawas," ujar Argo.
 
Penangkapan AB bermula dari laporan korban ke Polda Metro Jaya yang teregistrasi dengan nomor LP/5277/VIII/2019/PMJ/Ditreskrimum. Sepeda motor Honda Beat hitam dengan lis merah muda korban raib, Sabtu, 24 Agustus 2019, pukul 18.00 WIB.
 
Kala itu, motornya terparkir di depan rumahnya di Jalan Kramat Lontar Nomor 55. Kendaraan itu ditinggal korban mencuci pakaian. Saat kelar menjemur baju, korban melihat motornya sudah tidak ada di depan rumah.
 
Baca: Polisi Bekuk Pencuri 25 Motor di Bandung
 
"Atas laporan itu, kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap keempat pelaku di Mangga Besar, Jakarta Barat pada Minggu, 25 Agustus 2019, pukul 01.30 WIB," ungkap Argo.
 
Polisi menyita beragam barang bukti. Hal ini meliputi satu senjata api rakitan berisi tiga amunisi, tiga pisau, dua kunci T, empat mata kunci, dua gunting dan satu sepeda motor Honda Beat hitam dengan lis merah muda.
 
Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan. Mereka terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif