medcom.id, Jakarta: Asep Ginanjar, 45, warga Cianjur, Jawa Barat, tewas dibunuh di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kebayoran Lama, Jalan Gandaria, Jakarta Selatan. Pelaku masuk dengan menjebol gembok pagar dan mencongkel jendela gereja.
"Pelaku menjebol gembok pagar, kemudian masuk dengan mencongkel jendela ruang serba guna gereja," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftazudin kepada Metrotvnews.com, Selasa (1/9/2015).
Riftazudin mengatakan, dugaan sementara pelaku orang luar gereja. Polisi belum bisa memastikan keterlibatan kerabat dekat korban. "Kuat dugaan orang luar, sebab pelaku masuk secara paksa," ujarnya.
Lebih lanjut, Riftazudin mengatakan, fasilitas Gereja Advent saat ini sudah bisa digunakan kembali karena olah tempat kejadian perkara selesai. "Kami lakukan pemeriksaan tempat kejadian secepatnya agar kegiatan gereja tidak terhambat. Pelayanan umat dan kegiatan keagamaan sekarang sudah bisa digunakan kembali," kata dia.
Pengurus sudah membersihkan ceceran darah di ruang serba guna Gereja Advent. "Sudah dibersihkan tadi dari pukul 10.00 WIB. Kami dari pihak gereja semalam sudah meminta izin dari Kapolsek," kata Max Kusuma, pengurus gereja.
Pantauan Metrotvnews.com, sejumlah pengurus gereja sibuk membersihkan seluruh ruangan dan benda di lantai dasar gedung. Gereja akan digunakan untuk kegiatan keagamaan Rabu malam. Pengurus berharap kasus pembunuhan tidak mempengaruhi jemaat yang hadir.
"Ada bagian komunikasi yang akan membantu menyampaikan jangan terlalu berlebihan menanggapi masalah ini kepada jemaat," ujar Max.
medcom.id, Jakarta: Asep Ginanjar, 45, warga Cianjur, Jawa Barat, tewas dibunuh di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kebayoran Lama, Jalan Gandaria, Jakarta Selatan. Pelaku masuk dengan menjebol gembok pagar dan mencongkel jendela gereja.
"Pelaku menjebol gembok pagar, kemudian masuk dengan mencongkel jendela ruang serba guna gereja," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftazudin kepada
Metrotvnews.com, Selasa (1/9/2015).
Riftazudin mengatakan, dugaan sementara pelaku orang luar gereja. Polisi belum bisa memastikan keterlibatan kerabat dekat korban. "Kuat dugaan orang luar, sebab pelaku masuk secara paksa," ujarnya.
Lebih lanjut, Riftazudin mengatakan, fasilitas Gereja Advent saat ini sudah bisa digunakan kembali karena olah tempat kejadian perkara selesai. "Kami lakukan pemeriksaan tempat kejadian secepatnya agar kegiatan gereja tidak terhambat. Pelayanan umat dan kegiatan keagamaan sekarang sudah bisa digunakan kembali," kata dia.
Pengurus sudah membersihkan ceceran darah di ruang serba guna Gereja Advent. "Sudah dibersihkan tadi dari pukul 10.00 WIB. Kami dari pihak gereja semalam sudah meminta izin dari Kapolsek," kata Max Kusuma, pengurus gereja.
Pantauan
Metrotvnews.com, sejumlah pengurus gereja sibuk membersihkan seluruh ruangan dan benda di lantai dasar gedung. Gereja akan digunakan untuk kegiatan keagamaan Rabu malam. Pengurus berharap kasus pembunuhan tidak mempengaruhi jemaat yang hadir.
"Ada bagian komunikasi yang akan membantu menyampaikan jangan terlalu berlebihan menanggapi masalah ini kepada jemaat," ujar Max.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)