Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan salah satu ikon Aceh. Foto: Antara/Irwansyah Putra
Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan salah satu ikon Aceh. Foto: Antara/Irwansyah Putra

Aceh, Surya Paloh, dan Kekaguman Jokowi

Nasional jokowi aceh Yayasan Sukma Bangsa Kenduri Kebangsaan
Fachri Audhia Hafiez • 22 Februari 2020 20:32
Bireuen: Aceh sebagai provinsi yang memiliki keistimewaan nyatanya tak hanya sekadar mengenal Peraturan Daerah (Perda) Syariah. Tanah Rencong punya catatan penting dalam setiap sejarahnya.
 
Hal ini yang ditekankan Pembina Yayasan Sukma Surya Paloh dalam Kenduri Kebangsaan dari Aceh untuk Indonesia. Surya bicara banyak mengenai sejarah Aceh yang seharusnya perlu dimaknai masyarakat luas.
 
"Kita masih ingat dunia memberikan penghormatan Aceh pernah melahirkan seorang laksamana wanita yang pertama di dunia bernama Malahayati. Bung Karno sebagai Presiden pertama RI, proklamator bangsa, juga memberikan support dan penghargaan khusus, Aceh daerah istimewa," ujar Surya Paloh di Kompleks Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu, 22 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masyarakat Aceh juga berperan dalam pembelian Pesawat Seulawah R-001 dan Seulawah R-002 sekitar 1948. Kala itu Indonesia tengah mencari dana untuk pembelian pesawat usai kemerdekaan.
 
Presiden Soekarno kala itu mendapat sumbangan dari rakyat Aceh untuk pembelian pesawat itu. Tanpa paksaan, warga Aceh ada yang memberikan apa saja yang mereka miliki.
 
"Gelang di tangan, cincin di jari, anting-anting di telinga yang ada. Inilah sumbangan dari rakyat Aceh berikan untuk pesawat udara," ujar Surya.
 
Aceh, Surya Paloh, dan Kekaguman Jokowi
Pembina Yayasan Sukma Surya Paloh. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
Dalam perjalanannya, Aceh juga mengalami pasang surut. Aceh sempat mengalami konflik yang berkepanjangan.
 
"Bahkan hampir kita terpecah belah dengan berbagai hal yang barangkali kurang kita pahami satu sama lain sesama anak Aceh," kata Surya.


Aceh di masa ini

Sebagai putra asli Aceh, Surya meminta agar masyarakat tak lagi berpikir penuh dengan kepura-puraan. Namun harus berubah menjadi keterusterangan dan keikhlasan. Artinya mengkokohkan masa depan Aceh haruslah sesuai dengan landasan pemikiran itu.
 
"Cara berpikir kita hanya mementingkan kelompok diri kita. Hanya sering menyalahkan orang lain, kita bilang kita adalah Aceh yang maju untuk kita kemajuan Aceh bersama," tegas Surya.
 
Membangun Aceh tentu didukung oleh pemerintah pusat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini memperhitungkan potensi kemajuan Aceh.
 
Terlebih, Jokowi pernah tinggal sekitar tiga tahun di Aceh. Surya meyakini, hati kepala negara melekat dengan Tanah Serambi Mekkah.
 
Pembangunan infrastruktur seperti Tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer juga dikebut Jokowi. Dengan langkah ini, kepala negara tak mau lagi warganya terisolasi cuma karena minim infrastruktur.
 
"Itu membesarkan dari hati kita. dan berikan applaus kepada bapak Jokowi. Jalan itu penting, karena dgn pentingnya itu Aceh membuka isolasi ini dan Insyaallah akan banyak perubahan yang berarti," pungkas Surya.
 
Aceh, Surya Paloh, dan Kekaguman Jokowi
Presiden Joko Widodo memandang Aceh sebagai daerah berbudaya dinamis, penuh toleransi, menjunjung tinggi nilai Islam, dan punya sejarah maritim kuat. Foto: Antara/Rahmad

Jokowi kagumi Aceh

Jokowi pun secara lantang mengakui dibuat kagum dengan cepatnya progres pembangunan Jalan Tol. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengapresiasi warga Aceh yang sangat antusias dalam pembangunan infrastruktur.
 
Persoalan lahan bisa ditangani dengan baik. Masyarakat punya keinginan yang kuat untuk memajukan daerahnya.
 
"Saya 1986, 1987, 1988 berada di Lhoksumawe dan di Aceh Tengah, saya kemarin melihat progres perkembangan pembangunan jalan tol saya terus terang saja saya sampaikan saya kaget kecepatannya luar biasa," ujar Jokowi.
 
Jokowi juga sepakat dengan pemikiran Surya Paloh bahwa Aceh harus dibangun dengan penuh kedamaian.
 
"Mari bersama masyarakat, pemerintah daerah dan pusat untuk menyelesaikan tantangan yang ada di bumi Aceh. Kalau ada persoalan kecil jangan dibesarkan. Kalau ada persoalan yang bisa diselesaikan, cepat diselesaikan. Kalau ada persoalan besar, mari duduk bersama," pungkas Jokowi.
 
Baca: Jokowi Kaget Progres Pembangunan Tol Aceh Lebih Cepat
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif