Para pengunjung menyaksikam gelaran pembukaan melalui layar di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur. Foto: MTVN/Nurul Hidayat
Para pengunjung menyaksikam gelaran pembukaan melalui layar di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur. Foto: MTVN/Nurul Hidayat

Presiden Minta NU Bantu Pemerintah Jembatani Perbedaan

Cahya Mulyana • 01 Agustus 2015 22:36
medcom.id, Jombang: Presiden Joko Widodo meminta Nahdlatul Ulama membantu pemerintah menjembatani perbedaan dan mengampanyekan toleransi kepada semua agama. 
 
Sebab, kata Presiden, NU dengan ajarannya yang moderat, telah terbukti menjaga dan melestarikan perbedaan sekaligus menguatkan hubungan Islam dengan budaya Indonesia.
 
"NU telah memberikan kontribusi besar untuk menjaga toleransi, harmonisasi antara agama, dan budaya Indonesia. Maka (kasus) Tolikara (Papua) harus menjadi koreksi bersama jangan sampai toleransi dihancurkan segelintir orang. Dengan karakter NU mengampanyekan toleransi, saya yakin NU bisa kembali mengencangkan toleransi itu dengan bukti sejak berdiri sampai sekarang NU," jelas Jokowi pada pembukaan Muktamar ke-33 NU dengan tema Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia, di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2015).

Presiden Joko Widodo yang dihadir didampingi Ibu Negara Iriana menerangkan, NU merupakan masyarakat unggulan yang menjadikan agama sumber kemajuan, kesejahteraan dan kedamaian. 
 
"Maka kita harus berterimakasih kepada Hasyim Asari yang telah menanamkan benih Islam yang mampu mengharmoniskan Islam dan Indonesia," ujarnya.
 
Hadir juga pada kesempatan itu mantan Presiden Megawati Soekarno Putri dan mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menkopolhukam Tedjo Edy, Menakertrans Hanif Dakhiri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, Kapolri Jenderal Badrudin Haiti, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua KPU Husni Kamil Manik, Menag Lukman Hakim Saefudin, Ketua PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
 
Selain itu hadir segenap tokoh dan pengurus pesantresn seperti Mbah Maimun Zubair, Mustofa Bisri, Salahuddin Wahid, dan Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia dan New Zealand Nadirsyah Hosen. Kemudian hadir 33 Ketua Pengurus Wilayah NU dan 350 Ketua Pengurus Cabang NU.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan