medcom.id, Jakarta: Ekspor kayu gelondongan (log) telah dihentikan beberapa tahun yang lalu. Namun, kabar bahwa akan ada peraturan baru dari pemerintah untuk ekspor kayu gelondongan kembali mencuat akhir-akhir ini.
Menteri Kehutanan, Zulfiki Hasan membantah kabar tersebut dalam acara International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (14/3). "Permintaan ekspor log saya tidak setuju. Bahan baku cukup untuk industri teman-teman kita di sini. Nanti, log diekspor, kita akan kekurangan bahan baku," katanya.
Dia menambahkan bahwa kayu dari hutan tanam sebagian besar ditujukan untuk pembuatan kertas dan industri meubeul. Bila memang ada kemungkinan ekspor kayu gelondongan, kata Zulkifli, mungkin dari hutan tanam untuk pembuatan kertas.
Pada saat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Taufik Gani menyatakan, sebaiknya ekspor kayu log ditiadakan. "Itu kan karena hulu protes harga dalam negeri murah. Tapi seharusnya dalam negeri diberi kesempatan untuk buat produk," ujarnya. (Irene Harty)
medcom.id, Jakarta: Ekspor kayu gelondongan (log) telah dihentikan beberapa tahun yang lalu. Namun, kabar bahwa akan ada peraturan baru dari pemerintah untuk ekspor kayu gelondongan kembali mencuat akhir-akhir ini.
Menteri Kehutanan, Zulfiki Hasan membantah kabar tersebut dalam acara International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (14/3). "Permintaan ekspor log saya tidak setuju. Bahan baku cukup untuk industri teman-teman kita di sini. Nanti, log diekspor, kita akan kekurangan bahan baku," katanya.
Dia menambahkan bahwa kayu dari hutan tanam sebagian besar ditujukan untuk pembuatan kertas dan industri meubeul. Bila memang ada kemungkinan ekspor kayu gelondongan, kata Zulkifli, mungkin dari hutan tanam untuk pembuatan kertas.
Pada saat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Taufik Gani menyatakan, sebaiknya ekspor kayu log ditiadakan. "Itu kan karena hulu protes harga dalam negeri murah. Tapi seharusnya dalam negeri diberi kesempatan untuk buat produk," ujarnya. (Irene Harty)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)