Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air (Dok. BAKOM RI)
Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air (Dok. BAKOM RI)

4 Kesepakatan Penting Hasil Lawatan Prabowo ke Prancis, Apa Aja Tuh?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 Mei 2026 21:34
Ringkasnya gini..
  • Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah hasil konkret dari lawatannya ke Prancis.
  • Kesepakatan itu dicapai dalam Forum CEO Indonesia–Prancis.
  • Kesepakatan kerja sama, mulai dari sektor energi hingga pertahanan, dengan total nilai mencapai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun.
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah hasil konkret dari lawatannya ke Prancis sejak Senin (25/5) malam. Prabowo tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu (30/5).
 
Sejumlah capaian tersebut diwujudkan melalui berbagai kesepakatan kerja sama, mulai dari sektor energi hingga pertahanan, dengan total nilai mencapai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD).
 
Kesepakatan itu dicapai dalam Forum CEO Indonesia–Prancis yang sekaligus meluncurkan France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC), sebuah forum bisnis tingkat tinggi yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

“Ini saya kira sangat penting, dan kami menyambut gembira partisipasi serta kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis yang terus berkontribusi dalam perekonomian Indonesia,” ujar Prabowo ditulis Sabtu (30/5).
 
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang turut mendampingi Prabowo dalam lawatan tersebut, mengatakan FI-HLBC merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis.
 
Menurut Rosan, forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun.
 
“Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan.
 
Rosan menegaskan bahwa capaian kerja sama baru senilai USD 3,5 miliar tersebut menjadi bukti kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia masih sangat besar dan terus meningkat.
 
“Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan.

Daftar Kerja Sama Baru Indonesia–Prancis


1. Kadin dan MEDEF International
 
Kadin Indonesia dan MEDEF International resmi meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).
 
Forum bisnis ini akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara guna mengawal berbagai komitmen investasi dan perdagangan.
 
Kedua organisasi juga sepakat menggelar forum bisnis tahunan secara bergantian di Jakarta dan Paris, serta mengadakan rapat koordinasi tingkat wakil setiap kuartal.
 
Melalui forum tersebut, Indonesia dan Prancis menargetkan perdagangan bilateral meningkat tiga kali lipat pada 2035, dari USD 2,6 miliar saat ini.
 
2. Pertamina dan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara
 
Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih.
 
Kolaborasi ini mencakup penerapan teknologi skala besar di aset-aset Pertamina, mulai dari enhanced oil recovery (EOR), pengembangan sumber daya migas nonkonvensional, digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), hingga optimalisasi biaya produksi.
 
Kerja sama tersebut juga meliputi program pengurangan emisi karbon melalui efisiensi energi, carbon capture and storage (CCS), minimisasi flare, serta pengembangan energi panas bumi.
 
 
3. Pertamina dan TotalEnergies
 
Pertamina juga meneken kesepakatan dengan perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies, guna memperluas kerja sama di sektor energi yang sebelumnya telah terjalin.
 
Kerja sama mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga bisnis rendah karbon.
 
Kedua perusahaan akan menjajaki studi bersama, tender proyek, farm-in, migas nonkonvensional, CCS/CCUS, serta pengembangan kilang hijau dan energi terbarukan.
 
4. Danantara dan Thales
 
Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales, untuk melanjutkan proyek industri pertahanan.
 
Kerja sama tersebut mencakup rencana pembangunan pabrik radar 'Made in Indonesia', pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta pelatihan radar.
 
Kolaborasi ini menjadi kelanjutan kemitraan strategis PT Len dan Thales yang sebelumnya telah mencakup radar pertahanan udara, kerja sama antariksa, dan sistem tempur TNI AL.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>