Illustration (Photo: Medcom.id)
Illustration (Photo: Medcom.id)

Cara Pilot Recovery dari Stall

Nasional
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Januari 2021 18:40
Jakarta: Stall atau hilangnya daya angkat pesawat ini sangat berbahaya, karena jika tidak dapat segera diatasi pesawat akan jatuh. Untuk itu setiap pilot pesawat sudah dibekali kemampuan untuk keluar dari kondisi berbahaya tersebut.
 
Dijelaskan oleh kapten Vincent Raditya di kanal YouTubenya bahwa stall ini bisa diatasi atau direcovery ke kondisi aman. Ia pun membeberkan cara bagaimana seorang pilot bisa melakukan recovery.
 
Ia mengatakan bahwa yang haruskan dilakukan adalah nose down menurunkan hidung pesawat. Ini dilakukan untuk mendapatkan lift atau gaya angkat yang hilang karena airspeed menurun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harus nose down, hilangkan drag, mencari lift sebanyak mungkin ketika mendapatkan kecepatan inersia," jelas Vincent.
 
Setelah mendapatkan airspeed, yang dilakukan adalah kembali menaikan pesawat secara perlahan. Ini penting ungkapnya, karena jika terlalu kencang justru akan kembali masuk dalam kondisi stall atau secondary stall.
 
"Cukup menarik tidak terlalu kencang, itu membuat kita masuk stall, secondary stall," ujarnya.
 
Stall merupakan kondisi yang bisa membahayakan pesawat. Apabila pilot tidak bisa recovery dari stall akibatnya bisa menyebabkan pesawat jatuh.
 
Stall adalah kondisi pesawat kehilangan daya angkat. Stall sendiri dibagi dua, yaitu high speed stall dan low speed stall.
 
“Kalau low speed stall, kita bicara tentang kehilangan daya angkat, itu bisa terjadi ketika kita exit a critical angle of attack. Ketika sayap mencapai sudut tertentu, ketika sayap melewati sudut maksimal maka sayap bisa kita bilang kehilangan daya angkat, atau stall,” terang kapten Vincent.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa stall ini  disebabkan oleh dua hal, pertama tidak ada airspeed yang dimana ini yang membuat pesawat tetap bisa dikendalikan di kokpit. Kedua exit critical angle attack, dalam situasi ini kata dia, solusinya adalah menurunkan pesawat atau nose down dan mendapatkan kembali airflow.
 
Lantas seberapa berbahaya stall ini, Vincent membaginya menjadi dua berbahaya dan sangat berbahaya. Situasi berbahaya bisa diselamatkan dengan cara melakukan recovery. Dan tentu diperlukan kecakapan dari pilot.
 
“Kita bagi kalsifikasi sangat berbahaya mana yang berbahaya. Tergantung pesawatnya, kalau jet diatas 10 ribu bahaya. di bawah 10 ribu berbahaya sekali. Perlu ruang untuk recovery,” ujarnya.
 
“Kalau stall atas atau bawah? di bawah. Kalau dia atas masih bisa recovery, itu merupakan memory item semua pilot, ketika stall break untuk regain air flow, regain speed, regain inersia. Itu cara recovery stall intinya itu berbahaya,” sambungnya.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif