Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Kekerasan terhadap Jurnalis di Munajat 212 Harus Diusut

Nasional kekerasan terhadap wartawan aksi 212
Whisnu Mardiansyah • 22 Februari 2019 11:24
Jakarta: Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis saat Aksi Munajat 212 semalam. Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini.
 
"Kami mengutuk keras tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap seorang jurnalis yang meliput Munajat 212," kata Ace di Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.
 
Tindakan kekerasan terhadap jurnalis jelas melanggar undang-undang. Profesi jurnalis dilindungi UU Pers. Tindakan menghalangi tugas jurnalistik jelas dilarang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa pun kejadiannya, intimidasi dan merampas alat rekaman profesi wartawan tindakan yang dilarang. Peristiwa seperti itu sangat memprihatinkan bagi kebebasan pers dan perlindungan terhadap profesi wartawan," kata Ace.
 
Baca juga:AJI Kecam Kekerasan Jurnalis saat Aksi Munajat 212
 
Ace mendesak kepolisian mengusut pihak-pihak yang terlibat kekerasan pada aksi Munajat 212. Terutama kepada anggota ormas tertentu yang diduga menjadi pelaku kekerasan terhadap jurnalis.
 
"Kepolisian juga harus mengusut tuntas pihak yang merampas alat rekaman wartawan, melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan," kata Ace.
 
Satria, jurnalis media online, mendapat tindak kekerasan dari peserta Munajat 212. Korban diintimidasi karena merekam peristiwa pencopetan pada acara terebut. Satria diminta menghapus file rekaman insiden tersebut. Namun, korban menolak.
 
Baca juga:Munajat 212 Disinyalir Bermuatan Politik
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif