Program Indonesia Tertib Dinilai Berhasil

Anggi Tondi Martaon 27 Oktober 2018 17:43 WIB
berita kemenko pmk
Program Indonesia Tertib Dinilai Berhasil
Menko Polhukam Wiranto membuka Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib di Hotel Novotel, Manado, Sulawesi Utara, 27 Oktober 2018 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Manado: Indonesia Tertib menjadi bagian dari program Revolusi Mental. Sekian tahun berjalan, apakah program tersebut mampu menertibkan kehidupan berbangsa dan bernegara?

"Jawabnya, belum sepenuhnya. Tapi untuk perkembangannya membaik atau memburuk? Pasti membaik. Pasti ada peningkatan perbaikan masyarakat Indonesia," kata Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, saat membuka Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib di Hotel Novotel, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 27 Oktober 2018.

Politikus Hanura itu menyebutkan, perkembangan yang diraih telah diakui dunia internasional. Peringkat Indonesia pada beberapa aspek masuk 10 besar dunia.


Bahkan, saat ini Indonesia menjadi negara nomor satu dunia dalam aspek tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

"Ada dua negara dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahnya baik, yaitu Swiss dan Indonesia. Hanya karena Swiss negaranya lebih kecil dan masyarakatnya juga terbatas, sedangkan Indonesia beragam, wilayahnya kuas dan jumlah penduduknya lebih banyak, maka Indonesia yang nomor satu," ucap suksesor Luhut Binsar Panjaitan itu.

Selanjutnya, Indonesia juga menduduki peringkat sembilan sebagai negara paling aman dunia. Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara paling aman berinvestasi nomor dua di dunia.

"Tidak mungkin mendapatkan pengakuan dunia seperti ini kalau negara kacau. Tidak mungkin negara kita tidak mendapatkan predikat ini kalau negara kita tidak teratur, hukumnya tidak jelas," ucapnya.

Atas raihan prestasi itu, Wiranto mengklaim bahwa program Revolusi Mental melalui gerakan Indonesia Tertib sudah membuahkan hasil. Memang belum sempurna, tapi sudah berkembang ke arah lebih baik.

Oleh karena itu, Panglima TNI tahun 1998-1999 ini meminta peran aktif seluruh pihak untuk berperan menyukseskan Revolusi Mental, sehingga harapan memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara bisa terwujud.

"Itulah gunanya kita selalu melakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi dan memperbaiki apa yang sudah kita lakukan, sehingga akan lebih baik lagi," ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey berkomitmen mengimplementasikan mewujudkan mimpi pemerintah pusat melalui Revolusi Mental. Menurutnya, seluruh target dan ketetapan yang sudah ditetapkan menjadi acuan dalam menjalankan tugas.

"Sehingga apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden Jokowi dalam mewujudkan Indonesia Tertib di Sulut betul-betul kita jalankan," kata Olly.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id