Ilustrasi lebaran. Foto: Medcom.id
Ilustrasi lebaran. Foto: Medcom.id

Jangan Keliru Lagi, Begini Penulisan dan Arti "Minal 'Aidin wal-Fa'izin" yang Benar

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Maret 2026 14:56
Ringkasnya gini..
  • Ucapan Minal 'Aidin wal-Fa'izin sangat populer di masyarakat Indonesia
  • Frasa ini merupakan idiom bahasa Arab yang kerap digunakan dalam dakwah.
  • Di Indonesia, frasa minal 'aidin wal-fa'izin sering kali disandingkan dengan kalimat 'mohon maaf lahir dan batin'.
Jakarta: Ucapan Minal 'Aidin wal-Fa'izin telah menjadi tradisi yang melekat erat di masyarakat Indonesia saat merayakan Idul Fitri. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak orang yang keliru dalam penulisan maupun pemaknaannya. 
 
Sebenarnya, frasa ini merupakan idiom bahasa Arab yang kerap digunakan dalam dakwah di Tanah Air. Lantas, bagaimana penulisan yang baku serta apa arti sesungguhnya dari kalimat yang akrab di telinga umat Muslim ini?

Penulisan yang Benar Minal 'Aidin wal-Fa'izin


Berdasarkan kaidah transliterasi bahasa Arab ke Latin yang lazim digunakan, penulisan yang benar adalah:
 
"Minal 'Aidin wal-Fa'izin"

Sering kali kita menjumpai penulisan "Minal Aidzin Wal Faidzin" dengan tambahan huruf "z". Secara kebahasaan, penulisan dengan huruf "z" tersebut kurang tepat. Akar kata dari 'Aidin adalah 'ada-ya'udu yang berarti "kembali". Oleh karena itu, penggunaan huruf "z" tidak sesuai dengan kaidah penulisan serapan bahasa Arab tersebut.

Makna Kata Minal Aidin Wal Faidzin


Secara harfiah, frasa minal 'aidin berarti 'termasuk golongan yang kembali', sedangkan wal faizin bermakna 'termasuk golongan yang menang'. Dengan demikian, maksud dari ucapan minal 'aidin wal faizin adalah harapan agar kita semua dapat kembali pada fitrah yang suci serta meraih kemenangan atas hawa nafsu. 
 
Kalimat ini lazimnya diawali dengan ja'alanallahu, sehingga ungkapan lengkapnya menjadi: Ja'alanallahu minal 'aidin wal faizin (جَعَلَنَا اللَّهُ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ), yang berarti 'Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang kembali fitrah dan meraih kemenangan'.  

Ucapan Minal Aidin wal Faidzin yang Lengkap


Berdasarkan laman resmi Nahdlatul Ulama, ucapan minal 'aidin wal-fa'izin secara tata bahasa Arab bukanlah sebuah kalimat sempurna (al-jumlatul mufiidah). Kalimat ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari rangkaian doa yang lebih panjang. 
 
Oleh karena itu, frasa tersebut sebenarnya hanyalah fragmen dari sebuah ungkapan utuh yang biasanya didahului oleh doa sebelumnya. Bacaan lengkapnya adalah sebagai berikut.
 
"Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair."
 
Artinya: "semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantia dalam kebaikan."
 
Di Indonesia, frasa minal 'aidin wal-fa'izin sering kali disandingkan dengan kalimat 'mohon maaf lahir dan batin'. Kesalahan umum ini membuat banyak orang keliru menganggap bahwa kedua kalimat tersebut memiliki arti yang sama. 
 
Padahal, secara linguistik, tidak ada hubungan makna antara minal 'aidin wal-fa'izin dengan ungkapan permintaan maaf. Menyambungkan keduanya justru memberikan kesan yang tidak tepat, mengingat frasa tersebut sebenarnya adalah doa agar kita kembali suci dan meraih kemenangan, bukan sebuah pernyataan bermaaf-maafan.
 
(Fany Wirda Putri)
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>