Penanganan jalan yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus dipercepat. Foto: Istimewa.
Penanganan jalan yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus dipercepat. Foto: Istimewa.

Pemulihan Jalan Pascabanjir dan Longsor di Sumut Menjangkau 476 Kilometer

Arif Wicaksono • 27 Agustus 2026 14:42
Ringkasnya gini..
  • Penanganan jalan yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus dipercepat.
  • Pekerjaan dilakukan secara bertahap pada lima klaster jalan sepanjang 476 kilometer untuk memulihkan konektivitas serta memastikan akses masyarakat kembali aman dan dapat dilalui.

Jakarta: Penanganan jalan yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus dipercepat. Pekerjaan dilakukan secara bertahap pada lima klaster jalan sepanjang 476 kilometer untuk memulihkan konektivitas serta memastikan akses masyarakat kembali aman dan dapat dilalui.

Kelima klaster memiliki tingkat kemajuan berbeda sesuai dengan kondisi kerusakan dan kebutuhan penanganan di lapangan. Pekerjaan meliputi pembersihan material longsoran, pemulihan badan jalan, pemantauan kondisi lapangan, serta penanganan titik-titik yang terdampak bencana.

Baca juga:  Pemulihan Sawah Aceh Terus Dipacu, Realisasi Anggaran Tembus Rp272 Miliar

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan penanganan tetap dilakukan di tengah hujan berintensitas tinggi dan kondisi cuaca yang masih ekstrem. Langkah tersebut diperlukan agar gangguan terhadap mobilitas masyarakat tidak berlangsung lebih lama.

“Di tengah hujan dengan intensitas tinggi dan cuaca yang masih ekstrem, Kementerian PU tetap bergerak melakukan penanganan, pemantauan, serta memastikan akses jalan kembali aman dan dapat dilalui,” kata Dody dalam keterangannya.

Hingga 18 Agustus 2026, klaster pertama yang meliputi ruas Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan sepanjang 105 kilometer mencatatkan progres penanganan sebesar 16,18 persen. Sementara itu, penanganan pada klaster kedua yang mencakup koridor batas Provinsi Aceh–Kota Sibolga dan Rampa–Poriaha sepanjang 129 kilometer telah mencapai 37,59 persen.

Pada klaster ketiga, penanganan dilakukan di ruas Tarutung–Sibolga sepanjang 60 kilometer dengan progres mencapai 30,12 persen. Adapun klaster keempat meliputi ruas Batangtoru–Singkuang sepanjang 117 kilometer dengan progres sebesar 33,41 persen.

Penanganan juga dilakukan pada klaster kelima yang mencakup ruas Sibolga–Padangsidimpuan sepanjang 65 kilometer. Progres pekerjaan pada koridor tersebut telah mencapai 37,59 persen.

Kementerian PU terus memantau kondisi kelima klaster untuk memastikan pekerjaan berjalan bertahap dan berkelanjutan. Pemantauan juga diperlukan untuk mengantiipasi dampak hujan dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi mengganggu kondisi jalan maupun proses penanganan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemulihan jalan dan jembatan menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah terdampak.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini di sana itu jelas nomor satu adalah masalah jalan, jalan-jalan yang rusak, jembatan rusak. Saya bersyukur bahwa Menteri PU sudah turun anggarannya karena infrastruktur ini paling ditunggu sekali,” kata Tito.

Satgas PRR terus mengawal koordinasi percepatan penanganan bersama Kementerian PU dan pihak terkait. Pengawalan diarahkan agar pemulihan jalan dan jembatan dapat segera mengembalikan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik serta aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>