Jakarta: Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana di Aceh terus dikebut. Kementerian Pertanian telah merealisasikan Rp272,38 miliar atau 52,9 persen dari total pagu Rp515,22 miliar untuk pemulihan sawah di Negeri Serambi Mekkah. Anggaran tersebut digunakan untuk optimasi dan rehabilitasi sawah terdampak, pembangunan irigasi, serta Jalan Usaha Tani.
Dalam laporannya, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah mengungkapkan pelaksanaan program diarahkan untuk memulihkan lahan sawah dan infrastruktur pendukung pertanian di kabupaten/kota terdampak.
| Baca juga: Andalkan Tambahan TKD dan Bantuan Antardaerah, Aceh Tenggara Kebut Pemulihan Infrastruktur |
“Realisasi keuangan kegiatan Kementerian Pertanian di Provinsi Aceh mencapai Rp272.376.464.000 atau 52,9 persen dari total pagu Rp515.220.500.000,” tulis Fadhullah dalam laporannya.
Pada kegiatan optimasi lahan bagi sawah rusak ringan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp155,66 miliar dengan realisasi Rp91 miliar atau 58,46 persen. Kegiatan ini mencakup perencanaan, konstruksi, dan pengolahan lahan di 16 kabupaten/kota dengan luas sasaran 27.071 hektare.
Tahap survei, investigasi, desain, dan perencanaan pada kegiatan tersebut telah diselesaikan seluas 23.818 hektare atau 88 persen. Sementara itu, konstruksi optimasi lahan telah merealisasikan Rp77,93 miliar atau 63 persen dan sedang berjalan di lapangan. Pengolahan lahan, yang dilaksanakan setelah konstruksi selesai, telah merealisasikan Rp8,8 miliar atau 36 persen.
Pada sawah rusak sedang, Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran rehabilitasi sebesar Rp200,42 miliar. Realisasi kegiatan mencapai Rp64,34 miliar atau 32 persen, antara lain karena terdapat tambahan anggaran untuk konstruksi dan pengolahan lahan seluas 9.388 hektare.
“Masih rendahnya realisasi karena adanya tambahan anggaran konstruksi dan olah lahan seluas 9.388 hektare,” imbuh Fadhullah dalam laporannya.
Untuk kegiatan perencanaan rehabilitasi sawah di lima kabupaten, survei, investigasi, desain, dan perencanaan seluas 4.393 hektare telah selesai 100 persen. Pada tahap konstruksi rehabilitasi di 11 kabupaten, pekerjaan dilaksanakan oleh kelompok tani seluas 818 hektare dan TNI seluas 3.575 hektare. Konstruksi yang dilaporkan selesai mencakup 4.393 hektare.
Pemulihan irigasi mencatat realisasi tertinggi. Dari anggaran Rp147,48 miliar, realisasi mencapai Rp110,69 miliar atau 75,1 persen. Realisasi pembangunan jaringan irigasi tersier bahkan mencapai Rp28,7 miliar atau 96 persen dari pagu Rp30 miliar, dengan 287 dari 300 unit dalam tahap pelaksanaan konstruksi.
Pembangunan irigasi perpompaan di 16 kabupaten/kota juga terus berjalan. Dari 641 unit yang direncanakan, sebanyak 585 unit telah memasuki tahap konstruksi. Pada irigasi perpipaan, realisasi mencapai 88 persen dengan 136 dari 149 unit dalam tahap pekerjaan.
Selain itu, pembangunan Jalan Usaha Tani di 13 kabupaten/kota telah merealisasikan Rp6,35 miliar atau 54 persen dari pagu Rp11,66 miliar. Sebanyak 79 dari 106 unit sedang dalam proses pekerjaan fisik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda